Rolan Sihombing Dan Beranda Mimpinya

Memimpikan Esok Yang Lebih Baik Daripada Hari Ini…

Inspirasi Dari Sesaknya KRL Depok-Jakarta Pagi Sore

leave a comment »

Sesaknya KRL tujuan Depok-Jakarta dan arah sebaliknya pada pagi hari dan sore hari, adalah hal yang lumrah. Bahkan kalau pada jam-jam tersebut KRL kosong melompong, maka kemungkinan besar terjadi RAPTURE alias pengangkatan orang-orang beriman ke Surga. Sejak saya pindah ke daerah Tanjung Barat bersama istri saya *cie cie cie* plus mulai bergabung dengan Indonesia untuk Kemanusiaan di Cikini dan juga kembali menjadi mahasiswa di UI Depok, maka KRL menjadi sarana transportasi yang murah dan cepat untuk saya saat ini. Mungkin saja jika kelak terpilih jadi anggota DPR, KRL tetap menjadi pilihan transportasi. Selain murah dan jauh dari kemacetan, KRL bisa jadi sarana pencitraan dan blusukan kelak.

Ooopps..kelewat jujur.

Apa inspirasi yang saya dapatkan dari terjebaknya saya dalam kesesakan di dalam KRL pagi dan sore?

Pertama, di Indonesia ini kita tidak bisa mendapatkan kenyamanan dengan biaya murah. Ini benar secara pragmatis tetapi semestinya salah secara konstitusional dan hak asasi. Undang-undang kita banyak mengatur tentang hal-hal yang terkait kesejahteraan masyarakat. Dan sebagai manusia pun, semestinya kita berhak mendapatkan hak kita untuk merasa nyaman dan aman dalam melakukan aktivitas keseharian. Tetapi tidak di Indonesia. Konon hanya orang-orang berpunya saja yang bisa mendapatkan kenyamanan tersebut. Baik kenyamanan transportasi, sampai kenyamanan dalam mendapatkan perawatan rumah sakit.

Realita yang menyakitkan; secara negeri ini sebenarnya mampu memberikan kenyamanan untuk rakyatnya. Tetapi sayangnya karena praktek korupsi sudah terlalu mengakar di tengah pejabat publik kita, sehingga kenyamanan khalayak ramai tega mereka korbankan demi kenyamanan mereka sendiri.

Tetapi tak dipungkiri juga jika Jakarta semakin macet adalah karena makin banyaknya kendaraan pribadi yang kadang hanya memuat satu orang yang ingin merasa nyaman sendiri dan akhirnya mengorbankan kepentingan orang lainnya yang membutuhkan Jakarta yang bebas dari kemacetan.

Kedua, jika ingin merasakan bagaimana sebuah perjuangan hidup, cobalah sekali-sekali berhimpit-himpitan bak ikan asin di KRL Depok-Jakarta pada pukul 07.00 – 09.00 WIB dan arah sebaliknya pada pukul 17.00 – 19.00 WIB. Di tengah aroma keringat yang asam dan menyengat, belum lagi virus-virus yang berseliweran bebas di gerbong kereta, kita menyadari bahwa hidup itu harus diperjuangkan. Para penumpang KRL kebanyakan adalah karyawan-karyawan biasa yang berjuang susah payah mendapatkan sejumlah uang tiap bulannya demi mencukupi kebutuhan keluarga mereka. Dan demi mengirit sejumlah rupiah dan mencegah potongan dari perusahaan karena keterlambatan masuk kantor, mereka rela berhimpit-himpitan sampai tak bisa bergerak di dalam gerbong. Terus terang saya salut dengan orang-orang yang saya temui di KRL, karena mereka adalah contoh kelas pekerja yang berusaha menjalani hidup dengan mengutamakan kenyamanan keluarga dan orang-orang yang dicintainya; dan yang terpenting bekerja keras mendapatkan sejumlah rejeki dengan cara yang jujur. 

Jika pemimpin bangsa ini ingin menunjukkan kepada bangsa lain mengenai etos kerja dan jiwa pengorbanan masyarakat kebanyakan, mungkin sesaknya KRL Depok – Jakarta pagi dan sore bisa menjadi contoh yang baik.

Written by Rolan Sihombing

September 5, 2014 at 4:49 pm

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: