Rolan Sihombing Dan Beranda Mimpinya

Memimpikan Esok Yang Lebih Baik Daripada Hari Ini…

Underdog: Hal-hal Yang Tak Terduga

leave a comment »

Sepanjang perjalanan dari Medan hingga Gayo Lues beberapa waktu yang lalu, saya dan rekan-rekan kerja asyik membicarakan tentang kans para Capres yang saat ini sedang sibuk-sibuknya berdandan untuk dipersunting seluruh rakyat Indonesia pada Pilpres 2014 mendatang. Salah satu rekan kerja yang memang sudah sangat senior dan kerap kali melanglang buana selama 13 tahun pengabdiannya di organisasi kami, mengeluarkan pernyataan yang menjadi intisari  dari tulisan ini.

“Yang sering terjadi yang tidak pernah kita duga menang, justru memenangkan pertandingan.”

Bersiap-siap saja jika pengacara tengil itu yang justru memenangkan Pilpres.

Tidaaaaakkkk!!!

Kembali ke pokok permasalahan. Sudah terlalu penat kita dipusingkan dengan tayangan televisi kampungan yang bersliweran akhir-akhir ini, ditambah pula dengan isu perceraian pengacara kegatelan itu.

Ooohh tahe!

Oke kali ini saya akan benar-benar kembali pada pokok tulisan ini.

Para penggemar sepakbola tentu ingat kemenangan tidak terduga Yunani pada Piala Eropa 2004 di Portugal. Yunani kala itu di bursa taruhan hanya memiliki peluang memenangkan trofi yang prestisius ini sebesar 150:1. Yunani dalam sejarah sepakbola dunia hanya pernah lolos dua kali dalam turnamen besar yaitu Euro 1980 dan World Cup 1994. Sehingga tak heran betapa diremehkannya kualitas Theodoros Zagorakis dan kawan-kawan oleh para penggemar sepakbola di seluruh dunia. Namun akhirnya sejarah mencatat merekalah yang berhak atas Piala Henri Delaunay kala itu. Dan kemenangan Yunani itu pun menambah daftar kemenangan-kemenangan tak terduga para underdog dalam sejarah dunia.

Apa rahasianya?

Tentu saya tidak akan membahas detil strategi permainan yang diusung pelatih Otto Rehhagel, tetapi saya coba akan membahas secara lebih global mengenai rahasia kemenangan para underdog seperti yang dicontohkan Yunani.

Pertama, percaya pada kemampuannya sendiri. Rahasia kemenangan dari mereka-mereka yang diremehkan adalah kepercayaan diri mereka. Ini berbeda dengan sombong atau tinggi hati. Tinggi hati adalah sikap merasa tidak ada yang lebih hebat daripadanya. Sedangkan sikap percaya diri selalu sadar akan kehebatan lawannya tetapi selama orang itu yakin dengan kemampuan yang dimilikinya, pasti selalu ada kemungkinan untuk memenangkan pertandingan.

Jim Braddock petinju yang kisah hidupnya diangkat dalam film Cinderella Man, gentar dengan kemampuan dan pengalaman yang dimiliki Max Baer, juara dunia kala itu. Tetapi Jim percaya diri dengan kemampuannya, yang mana bersumber dari cinta dan penerimaan istrinya, akhirnya mampu mengalahkan Max Baer dengan kemenangan angka.

Ketika kita percaya dengan kemampuan dan potensi kita yang unik, yang membedakan kita dengan orang lain di sekitar kita, maka niscaya meski kita diremehkan orang lain, kemenangan akan menjadi milik kita.

Kedua, kerja keras dan tekad. Semua underdog dalam sejarah, menempa diri mereka dengan kerja keras dan tekad yang membaja. Yunani menyadari kalau mereka tidak memilik pemain berskill ciamik seperti Cristiano Ronaldo. Mereka punya tekad baja untuk setidak-tidaknya bisa menahan seri lawan-lawannya. Mereka pun bekerja keras dalam setiap pertandingan untuk mempertahankan gawang mereka dengan pola pertahanan ultra defensif. Saya yakin mereka juga bekerja keras  dalam latihan untuk memaksimalkan setiap tendangan bebas dan tendangan penjuru agar menjadi gol.

Sayangnya umumnya manusia adalah makhluk yang enggan bekerja keras. Tubuh jasmani kita ini menginginkan dimanja, enak-enakan, mendapatkan semua yang diinginkan dengan cara mudah dan menerima pelbagai kemudahan-kemudahan.
Saya salut dengan etos saudara-saudara Muslim yang meyakini semakin jauh menempuh jalan menuju Masjid atau Surau, semakin besar pahala yang akan diterima. Bukankah itu sesuai dengan mantra-mantra keberhasilan yang dianut oleh para underdog dalam sejarah? Semakin keras tantangan, cibiran yang mereka terima, semakin keras tekad mereka untuk membuktikan bahwa mereka tidak pantas diremehkan.

Masih banyak tips underdog yang berhasil dalam sejarah dunia, dan saya yakin banyak literatur yang sudah membahasnya yang bisa dibaca oleh para pembaca sekalian. Tetapi izinkan saya menyatakan bahwa para underdog pada umumnya percaya diri, bukannya tinggi hati, dan pekerja keras yang bertekad baja. Jika Anda memiliki dua karakter ini saja, saya yakin Andalah para underdog berikutnya yang akan tercatat dalam sejarah.

Izinkan saya menutup tulisan ini dengan kutipan ini dari Wilma Rudolph, perempuan Afro-Amerika pertama yang memenangkan 3 medali emas dalam satu Olympiade.

“Never underestimate the power of dreams and the influence of the human spirit. We are all the same in this notion: The potential for greatness lives within each of us.”

Written by Rolan Sihombing

February 5, 2014 at 1:22 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: