Rolan Sihombing Dan Beranda Mimpinya

Memimpikan Esok Yang Lebih Baik Daripada Hari Ini…

Perjalanan (bagian ketiga)

leave a comment »

Mei 2013.

Sebenarnya aku tidak bisa berhenti mencintaimu. Walau sekuat apa pun aku mencoba untuk mencintaimu seperti adik, tetapi hati ini selalu gembira jika ada pesan singkat ataupun balasan singkat di layanan messenger.

Dan sebenarnya aku bahkan nyaris tidak percaya ketika aku melihat sebuah panggilan telepon darimu malam itu. Aku menduga kamu pasti mengalami sebuah masalah yang cukup pelik seperti pengalaman yang lalu-lalu.

Ternyata benar.

Tak sadar air mataku pun jatuh sembari mendengar cerita sedihmu malam itu. Bagiku kamu adalah sahabat, adik dan juga wanita yang aku cintai. Dan apa yang menyakitimu, sebenarnya membuatku turut merasakan kesedihan yang sama denganmu.

Tetapi sebaliknya pula. Tawamu adalah kebahagiaanku yang tak ternilai.

Seorang pria menyakitimu. Sesuatu yang tidak akan mungkin kulakukan jika kamu mengizinkanku ada di sampingmu, pikirku kala itu.

Tetapi kamu memintaku untuk hanya menjadi abangmu yang kemudian membuatku mencoba mencari pelarian darimu. Dan malam itu, air matamu pun mendadak berhenti karena mendengar rencana pernikahanku dengan dia yang kukira adalah yang terbaik.

Kamu tidak hanya sekedar mendengar, tetapi bahkan memberikan masukan-masukan untuk rencana pernikahanku.

“Aku bahagia Bang. Semoga rencana pernikahanmu lancar ya,” katamu beberapa saat sebelum kita mengakhiri pembicaraan kita malam itu.

Juni 2013

“Bang. Sepertinya kita tunda rencana pernikahan kita,” kata wanita yang nyaris kunikahi hanya karena kukira kepribadiannya mirip denganmu. Nyatanya, tak seujung kuku pun ia mirip denganmu. Dibanding wanita hebat sepertimu, ia tak ada apa-apanya.

Meski memalukan, tetapi kamu mampu membuatku begitu cepat melupakan kegagalanku dalam upaya membangun pernikahan dengannya. Karena kamu aku bisa tertawa lepas melupakan semua luka yang ditimbulkannya.

Sekali lagi kamu menyelamatkan aku dari sebuah kisah hubungan yang salah.

“Kamu tidak akan pernah jadi sebuah kesalahan. Karena aku sangat mencintaimu,” pikirku kala itu setiap kali kita larut berjam-jam dalam pembicaraan di telepon.

– bersambung –

Written by Rolan Sihombing

January 1, 2014 at 1:56 am

Posted in Cinta, Fiksi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: