Rolan Sihombing Dan Beranda Mimpinya

Memimpikan Esok Yang Lebih Baik Daripada Hari Ini…

Perjalanan (bagian pertama)

leave a comment »

Aku mencoba mereka-reka ulang kisah kita dari pertama sampai hari ini.

Hari pertama. 

Saat itu aku terpaksa bekerja di lobi karena lelah mendengar pertengkaran yang terjadi di ruangan kerjaku. Memang sudah terlalu biasa kedua atasanku itu bertengkar. Dan seringkali pertengkaran mereka hanya karena masalah sepele dan kekanak-kanakan, seperti posisi printer yang berbeda ataupun karena penggunaan telepon yang terlalu berlebihan oleh salah satu dari mereka. Tetapi hari itu aku putuskan untuk mengerjakan naskah drama di lobi saja. 

Lalu terjadilah peristiwa itu. Saat aku kehabisan ide nama-nama tokoh dalam naskah drama yang sedang kukerjakan, aku pun membuka-buka akun pertemananku. Dan entah dari mana, kamu muncul di layar laptop. Wajah yang tersenyum dengan mata indah yang memancarkan binar-binar yang cantik. Tak mau membuang kesempatan yang ada, aku mengajukan permintaan pertemananan kepadamu. Dan, kamu tidak segera menyetujuinya.

Hari ketiga. 

Ada pemberitahuan jika kamu menerima permintaan pertemananku. Aku semakin bebas sebebas-bebasnya melihat-lihat foto-foto narsismu yang semakin dilihat semakin aku terpesona.

Hari kelima. 

“Hai. Thanks ya udah dikonfirm.”

“Sama-sama, Bang.”

“Kamu kuliah di mana?”

“UI, Bang.”

“Tinggal di….?”

Lalu kamu diam, tanpa ada jawaban.

Hari ke tiga belas. 

“Gimana kabar?”

“Baik, Bang.”

“Udah pulang dari kampus?”

“Udah.”

Sekarang aku yang kehabisan ide bertanya apa lagi. Tetapi di hari-hari selanjutnya, seperti itulah aku dan kamu berkomunikasi. Aku selalu basa-basi, dan kamu pun menjawab ala kadarnya. Sesuatu yang wajar, karena banyak orang jahat yang pura-pura baik dan bersembunyi di balik foto profil akun pertemanannya.

Tetapi entah kenapa, aku tahu kamu orang baik.

Bulan demi bulan berjalan, dan kita semakin akrab. Gaya basa-basi dan jawaban singkat sudah tidak ada di antara kita. Memang tidak seheboh diskusi ala politikus Senayan, tetapi kita saling berkomunikasi. Dan aku memiliki nomer telepon genggammu. Yeay!!!

Hari ke 200-an.

“Lagi bete?”

“Enggak kok.”

“Tapi statusnya nelangsa begitu.”

“Hehehe, iya sih.”

“Kenapa?”

“Susah Bang untuk diceritakan. Mending nanti aku cerita kalau jadi ke Bandung.”

“Kapan emang mau ke Bandung?”

“Entahlah Bang. Nanti aku pasti kabarin.”

“Siap.”

Hari ke sekian.

Lalu tanggal 22 September 2009, kamu menelepon aku dan mengabarkan kalau kamu sedang ada di Bandung. Tetapi karena pelbagai alasan, aku tidak bisa menemani kamu wisata kuliner di Bandung. Sesuatu yang di hari-hari selanjutnya kerap kali aku sesali. Bahkan aku menyesali keputusanku pada tanggal 21 September 2009 untuk menjatuhkan hati kepada seorang wanita.

Kita memang masih kerap kali berkomunikasi. Seringkali aku curhat soal wanita yang ternyata menguras emosiku dengan konflik yang tak habis-habisnya. Dan tak jarang juga kamu pun bertanya ini dan itu, meminta pendapat dari sudut pandang seorang pria.

Paskah 2010. 

Aku baru pulang menemani operator studio rekaman untuk mixing drama Paskah untuk anak-anak. Tiba-tiba kamu menelepon. Sepertinya kamu habis menangis.

Dan itu kali terakhir kamu meneleponku.

Entah sudah hari ke berapa.

Kadang-kadang, kita harus bertemu dengan orang yang salah sebelum kemudian dipertemukan dan dipersatukan dengan orang yang tepat. Hubungan yang menguras emosi yang aku jalani, akhirnya usai. Dan terus terang aku bersyukur hubungan itu berakhir. Tetapi ketika itu berakhir, terus terang orang pertama yang kucari adalah kamu. Sayangnya kamu menghilang bak ditelan bumi. Semua nomer telepon genggammu tidak aktif. Berulangkali aku bercerita kepada orang-orang yang dekat denganku, bahwa aku menyesal tidak pergi menemuimu di tahun 2009 itu. Sayangnya semua sesal yang terlambat itu, tidak pernah dapat membawamu kepadaku.

Bersambung.

Written by Rolan Sihombing

December 20, 2013 at 11:07 am

Posted in Cinta, Fiksi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: