Rolan Sihombing Dan Beranda Mimpinya

Memimpikan Esok Yang Lebih Baik Daripada Hari Ini…

Yang Lama Itu Sebaiknya Dibuang Saja

leave a comment »

Seminggu ini ponsel saya lemot total dan terkadang menyulitkan saya untuk melakukan aktivitas berkomunikasi. Berkali-kali saya harus merestart ponsel saya sehingga jam pasir yang ada di screen tidak muncul secara berulang-ulang lagi. Tetapi merestart ponsel berulang-ulang pun tidak menjadi solusi atas lemotnya ponsel saya. Karena masalah utamanya adalah LOW MEMORY SPACE.

Di ponsel saya, aplikasi yang berjalan hanyalah beberapa saja yaitu 3 layanan messengger, 2 media sosial, dan satu layanan surel. Jadi keterbatasan memory ponsel saya tidaklah disebabkan oleh aplikasi-aplikasi yang berjalan. Jadi apa penyebabnya? Hampir sebagian besar kapasitas memory card saya dihabiskan untuk file-file lama yang tidak pernah saya singkirkan. Bahkan ada beberapa file PDF yang besar yang besar ukurannya dan masih tersimpan yang merupakan warisan dari pekerjaan saya yang lama 3 tahun yang lalu. Termasuk beberapa dokumen-dokumen lain dari tahun 2009 yang saya unduh dari akun surel saya. Jika ditotal jumlah file-file jadul ini mungkin bisa mencapai 20 persen kapasitas kartu memory di ponsel saya. 

Setelah saya menyingkirkan file-file tersebut kemarin dan hari ini, walaupun beberapa yang menurut saya penting saya pindahkan ke hard disk eksternal, ponsel saya mulai menunjukkan tanda-tanda kewarasannya. Tidak ada lagi jam pasir yang bisa bermenit-menit menghambat aktivitas berkomunikasi saya. Dan tidak perlu lagi saya menekan tombol alt+shift+del untuk merestart ponsel saya.

Tetapi bukankah hidup seperti itu juga?

Seringkali kita menyimpan segala sesuatu yang lama, dimulai dari barang-barang yang lama yang kita biarkan tertumpuk di gudang hingga keberhasilan dan kegagalan yang sudah lama dan usang. Sebenarnya saya pun kerapkali melakukan itu: menyimpan sesuatu yang lama, baik barang-barang, hingga pengalaman-pengalaman yang lama. Dan seperti ponsel saya yang lemot, tak jarang saya juga cukup lemot untuk menerima sesuatu yang baru dari kehidupan, dan ditambah lemari penuh dengan barang-barang bekas yang sebenarnya sudah tidak berfungsi tetapi masih dipertahankan atas dasar KENANGAN.

Akibatnya lemari saya penuh dan saya tidak bisa menambahkan barang-barang yang baru ke dalam lemari saya. Bahkan lebih dari itu, kreativitas saya mandek karena bersikukuh untuk mempertahankan kenangan keberhasilan dan tidak membuat keberhasilan yang baru. Dan tidak jarang pula, sesuatu yang baru dan baik tidak mau saya terima, karena khawatir dan takut jika yang baru dan baik itu pun akan membekaskan pengalaman penuh kegagalan kembali.

Yesaya 43:18 terjemahan bahasa sehari-hari menyatakan:

TUHAN berkata, “Tak ada gunanya mengingat masa lalu, percuma mengenang yang sudah-sudah.

Ini serupa dengan kebiasaan bangsa Israel yang sudah keluar dari Mesir, dan harusnya bersyukur karena sudah tidak lagi menjadi budak bangsa Mesir, tetapi masih saja menyumpahi kesulitan yang dilihat dan mengenang kenikmatan sebagai budak di negeri yang makmur seperti Mesir. Bukankah lebih baik belajar mengatasi kesulitan dan belajar menjadi bangsa merdeka, daripada makan teratur dan “nyaman” tapi ditindas perbudakan yang keji oleh bangsa lain?

Refleksi yang sama yang bisa kita pertanyakan kepada kita. Bukankah lebih baik berjuang mengatasi kesulitan dengan sesuatu yang baru, daripada mengenang masa lalu yang sebenarnya sudah terbukti pernah menyesakkan kita di masa yang lalu? Selalu ada inovasi ketika kita berhadapan dengan tantangan, sementara ketika kita larut dalam keberhasilan dan kegagalan masa lalu yang terjadi hanyalah perasaan mengasihani sendiri ataupun berjumawa dengan sesuatu yang tidak relevan lagi dalam konteks kekinian. Selalu ada harapan ketika kita menatap dan menapaki hari-hari yang baru dengan orang yang baru, pengalaman yang baru, dan segala sesuatu yang baru.

Sebagaimana sekarang ponsel saya sudah tidak lagi lemot karena yang lama sudah disingkirkan; mari kita mengalami hidup yang merdeka dari kelemotan tingkat dewa karena kita membuang segala pengalaman masa lalu meskipun itu menyenangkan, dan memilih untuk melihat hari yang baru dan kesempatan yang di dalam Dia Sang Maha Kreatif Yang Penuh Dengan Solusi Dan Kemungkinan Yang Baru.

Yang lama itu, sudahlah, buang saja!

Written by Rolan Sihombing

October 14, 2013 at 2:54 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: