Rolan Sihombing Dan Beranda Mimpinya

Memimpikan Esok Yang Lebih Baik Daripada Hari Ini…

36 Hal Yang Harusnya Menjadi Harta Sejati Dalam Hidup

leave a comment »

Cukup dengan shit happens! Mari kita membahas hal-hal yang indah, yang membuat kita tersenyum-senyum penuh makna, dan mungkin setelah membaca tulisan ini kita menghargai ulang apa yang kita miliki dalam hidup ini.

Latar belakang tulisan ini sebenarnya karena lagu yang cukup membangkitkan mood sepanjang hari ini. Treasure, sebuah lagu ciamik dari Bruno Mars. Para pembaca sepertinya lebih modern daripada saya yang lagu-lagunya cukup jadul, tapi tidak ada salahnya jika mengklik link INI untuk menyaksikan lagu ini. Dan mari kita bergoyang di Senin sore yang melelahkan secara mental dan pikiran ini sambil menyanyikan:

Treasure, that is what you are
Honey you’re my golden star
I know you could make my wish come true
If you let me treasure you
If you let me treasure you

Jadi apa saja hal-hal yang menjadi harta sejati kita di dalam hidup ini? Ingat tulisan ini tidak bisa dijadikan patokan untuk para pembaca, karena sebagian besar daftar-daftar berikut adalah opini saya pribadi. Simak saja, dan mungkin Anda akan sedikit mengenal siapa Rolan Sihombing itu. *pret*

  1. Orangtua. Mario Teguh mengatakan kemarin, “Seburuk-buruknya orangtua kita memperlakukan kita sebagai anaknya, tetaplah menghormati mereka. Larangan mereka terkadang adalah cara Yang Kuasa mengarahkan kita.”
  2. Pasangan hidup kita. Dalam konseling pranikah yang pernah saya ikuti, ketika kita memutuskan untuk menikah dengan seseorang, maka tidak ada lagi dia, atau aku; tetapi yang ada adalah KITA.
  3. Anak-anak. Saya bekerja di organisasi kemanusiaan yang berfokus pada kepentingan terbaik anak. Anak, bagaimana pun keadaannya, adalah titipan Tuhan yang harus kita rawat, didik dan besarkan secara bertanggung jawab. Sudah menjadi kewajiban kita untuk melahirkan generasi yang lebih baik dari kita.
  4. Kesehatan. Yang terpenting adalah menjadi sehat dan bukannya berperut rata dan six pack!
  5. Cinta. Tidak ada yang lebih berharga daripada sebuah cinta yang kita berikan dan terima kepada dan dari orang lain.
  6. Persahabatan. Saya bersyukur karena memiliki beberapa sahabat yang cukup karib. Dari mereka saya mendapatkan teguran, kritikan, cemoohan, hinaan dan semua hal yang membuat saya kembali mendarat di bumi. Amsal 27:5 menyatakan: “Lebih baik teguran yang nyata-nyata dari pada kasih yang tersembunyi.” Dan terkadang seorang sahabat adalah orang yang mampu berkata-kata kepada kita tanpa tedeng aling-aling, karena mereka perpanjangan tangan Tuhan yang dibutuhkan kita untuk menjadi orang yang lebih baik. Terima kasih sahabat-sahabat, dimana pun kamu semua berada!
  7. Proses belajar. Tidak semua orang yang menempuh pendidikan mengalami proses belajar yang sebenarnya karena sesungguhnya belajar adalah sebuah kegiatan yang dilakukan secara terus menerus. Semakin banyak proses belajar yang kita ikuti dalam hidup, maka semakin bijaksanalah kita di dalam hidup ini.
  8. Tawa lepas anak-anak. Anak-anak adalah kelompok masyarakat yang paling jujur dan tulus. Mereka akan tertawa lepas jika mereka mendapati orang dewasa yang di sekitar mereka dapat memberikan keamanan dan kenyamanan. Dan sebaliknya mereka akan lari ketakutan jika mereka merasa kita membahayakan mereka. Yang manakah kita? Memberi kenyamanan atau mendatangkan marabahaya?
  9. Proses komunikasi. Orang zaman modern seringkali salah kaprah dalam memaknai sebuah proses komunikasi. Salah kaprahnya adalah dengan lebih mengutamakan perangkat komunikasi daripada bagaimana kita berkomunikasi dengan lebih baik pada orang-orang sekitar kita, dan teristimewa dengan orang-orang yang kita cintai.
  10. Kebebasan. Semua orang pada dasarnya ingin menjadi makhluk yang bebas. Karena jiwa kita adalah jiwa yang haus akan perkembangan, kesempatan baru, petualangan baru, dan hal-hal menarik lainnya dalam hidup. Ketika kita merampas itu dari seseorang dengan mencemburui, mengekang, aturan yang kaku, maka orang tersebut tidak akan pernah menjadi seharusnya dia menjadi.
  11. Perjalanan ke tempat-tempat baru. Saya memang bukan seorang traveler garis keras, tetapi saya senang dengan proses traveling itu sendiri. Mengunjungi tempat-tempat baru. Belajar sesuatu yang baru dari orang-orang yang kita jumpai.  Dan tentu saja mencicipi makanan dan minuman baru.
  12. Lagu enak. Ketika semua gagal mencerahkan hati, putar saja satu lagu kesukaan, dan everything’s gonna be alright!
  13. Film bagus. Di dalam film-film bermutu, banyak nilai-nilai kehidupan yang tersurat dan juga tersirat. Dan dalam pengalaman saya pribadi, Tuhan acapkali berbicara lewat film-film bermutu.
  14. Kutipan-kutipan yang membawa pencerahan. Saya adalah kolektor kutipan-kutipan bermutu. Tak jarang dalam sebuah kalimat pendek terpampang panjang lebar dan manis getir kehidupan yang sudah dialami oleh si pemberi kutipan.
  15. Keberhasilan dan kegagalan seseorang. Dari sebuah perjalanan hidup yang berhasil ataupun yang penuh kegagalan yang sudah dialami oleh orang lain, kita bisa memetik banyak hikmah yang bisa kita praktekkan dalam hidup kita sendiri sehingga keberhasilan orang lain bisa menulari kita, dan kegagalan seseorang bisa menjadi peringatan untuk kita.
  16. Kopi enak. Saya tidak pernah membayangkan jika di dunia ini tidak ada pohon kopi yang tumbuh. Dunia akan tanpa rasa.
  17. Pantai. Terapi paling ampuh untuk jiwa yang penat dan letih adalah deburan suara ombak. Sewaktu saya bertugas di Bali, duduk-duduk di pinggir pantai, mendengarkan deburan ombak sambil melihat matahari senja lambat laun hilang dari pandangan adalah obat paling ampuh untuk pikiran yang babak belur oleh tantangan hidup.
  18. Makanan enak. Well, mau bagaimana pun, dunia membutuhkan makanan enak untuk sekedar mencicipi sekelibat pengalaman astral.
  19. Good kiss. Hmmm..susah diungkapkan dengan kata-kata sopan (zhit eh sorry!)
  20. Good jokes. Menurut beberapa sahabat, saya adalah orang yang terlalu mudah tertawa untuk sesuatu yang kadang tidaklah terlalu lucu. Tapi mendengar orang menyanyikan: “Sweet sweet annoying (dan bukannya annointing)” itu lucu banget bro!
  21. Buku. Mungkin satu-satunya harta pribadi saya selama ini hanya buku dan buku. Saya bisa hanyut berjam-jam ketika berada bersama buku bagus. Bahkan pacar pun bisa lupa untuk diurus <—pengalaman pribadi!
  22. Bermain kuda-kudaan dan kelitikan dengan keponakan ataupun dengan anak sendiri. Yang paling saya rindukan dari rumah adalah momen-momen ketika keponakan-keponakan tertawa ngakak tanpa henti karena duduk di atas punggung tulangnya yang lebih menyerupai gajah daripada kuda. I miss you kiddos!
  23. Foto bagus. Saya gemar berlama-lama memandangi sebuah foto yang bagus. Selain iri dengan keterampilan orang yang menjepretnya, tetapi yang terpenting adalah pesan yang ingin disampaikan fotografer tersebut.
  24. Senyum manis. Senyuman itu konon katanya adalah cerminan dari jiwa seseorang. Semakin sering orang tersenyum, maka bisa dipastikan yang bersangkutan adalah insan yang bahagia. Dan semakin manis senyuman seseorang, semakin indah kedalaman jiwa yang ia miliki.
  25. Mata indah. Ayah saya pernah mengatakan mata adalah gerbang jatidiri seseorang. Dan rupanya ayah saya mengutip Audrey Hepburn yang menyatakan: “The beauty of a woman must be seen from in her eyes, because that is the doorway to her heart, the place where love resides.” So lovely eyes, where are you? :p
  26. Ice cream. I love it. Period.
  27. Internet cepat. Internet mungkin salah satu peninggalan abad 21 yang paling berharga. Internet cepat membuat streaming Youtube begitu menyenangkan. Ah terima kasih Dewa Internet!
  28. Kartu ucapan selamat ulang tahun. Saya tipe orang jadul yang senang mengumpulkan kartu-kartu ucapan selamat tahun. Kadang-kadang ketika bete, kartu-kartu itu mengingatkan betapa beruntungnya saya dikelilingi orang-orang baik yang memperhatikan saya.
  29. Album foto keluarga. Ayah saya menyukai fotografi, dan beliau adalah fotografer pertama yang saya kenal dalam hidup. Dan dari sekian obyek jepretannya, keluarganya adalah obyek terbanyaknya. Album foto keluarga bisa mengingatkan bagaimanapun kerasnya hidup memperlakukan kita, keluarga adalah orang-orang yang selalu merangkul kita dan membesarkan hati kita.
  30. Rumah. Yang saya maksud dengan rumah bukanlah bangunannya, karena tidak semua bangunan berbentuk rumah adalah rumah. Rumah adalah tempat dimana semua penghuninya bisa menjadi dirinya sendiri tanpa merasa khawatir ditolak atau tidak dicintai.
  31. Bakat. Setiap orang pasti minimal lahir dengan satu bakat yang membuatnya berbeda dengan yang lain. Tugas kita selama hidup adalah menemukannya, melatihnya, dan menggunakannya untuk mendatangkan kebaikan bagi banyak orang.
  32. Waktu. Semua orang memiliki jatah waktu yang sama, 24 jam dalam sehari. Tetapi tidak semua orang mengisi 24 jam itu dengan sesuatu yang berguna. Dan memanfaatkan waktu secara benar adalah pekerjaan yang tersulit dalam hidup saya.
  33. Uban. Jika orang lain malu dengan ubannya, saya justru sangat bangga dengan deretan rambut putih yang sudah mulai banyak di kepala saya.  Karena di dalam uban itu, sudah banyak cerita yang terjadi. Selain itu uban menjadi pengingat untuk saya bahwa masa hidup saya semakin berkurang di dunia ini.
  34. Haters/Kritikus. Selalu ada orang yang memang bertugas untuk menjadi pengganggu kita. Jangan musuhi karena tak jarang solusi kreatif muncul akibat berinteraksi dengan orang-orang yang ditakdirkan menjadi kritikus kita.
  35. Pengalaman buruk. Sebuah buku yang pernah saya baca: “Tough Times Never Last, But Tough People Do!” menyatakan bahwa semua pengalaman buruk atau seperti yang tulis dalam dalam artikel INI pada akhirnya merupakan kesempatan yang diizinkan untuk melatih diri kita agar menjadi orang tangguh yang bertahan sampai akhir dalam pertandingan kehidupan ini. Jadi jika mengalami hal yang buruk, hadapi saja karena hal-hal baik tanpa terduga akan muncul setelahnya.
  36. Karya nyata. Seorang sahabat terbaik saya menyatakan: “Pada akhirnya yang membedakan hidup seseorang dengan hidup orang yang lain adalah karyanya; apa yang ia perbuat untuk orang-orang yang ada di sekitarnya. Jadi berkaryalah!” Well, AMEN to that! Mari berkarya dan hadirkan senyum dalam kehidupan orang-orang yang ada di sekeliling kita.

Written by Rolan Sihombing

September 16, 2013 at 4:02 pm

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: