Rolan Sihombing Dan Beranda Mimpinya

Memimpikan Esok Yang Lebih Baik Daripada Hari Ini…

36 Hal Yang Ingin Dilakukan Sebelum Meninggal

with 2 comments

Seminggu sebelum ayah saya meninggal, beliau berpesan demikian:

Kamu harus hidup melampaui apa yang sudah Bapak capai dalam hidup ini. Jangan pernah puas dengan semua yang kamu pikir sudah capai. Pergilah ke mana pun. Buat prestasi di mana pun. Berhenti jika Tuhan yang menghentikanmu. Jika belum, hiduplah semaksimal mungkin, ya Amang.

Sampai detik ini, pesan terakhir tersebut masih terekam kuat di alam bawah sadar saya, dan kadang pesan tersebut menjadi motivasi saya untuk tidak pernah mau menyerah dalam hal apa pun meski saya beberapa kali juga pernah nyaris menyerah dalam pelbagai kegagalan yang saya hadapi. Tetapi wasiat Bapak acap kali lambat laun merasuki pikiran saya dan membuat saya berusaha menepati janji saya tersebut kepada beliau.

Jadi inilah 36 hal yang ingin saya lakukan sebelum meninggal.

  1. Melanjutkan pendidikan minimal hingga level Master. Memang belajar tidak selalu harus di bangku kuliah. Memang gelar akademis tidaklah berarti apa-apa jika tanpa gelar yang disematkan publik karena prestasi kita. Tetapi saya hidup di tengah orang Indonesia yang pada umumnya masih suka mengidentifikasikan keberhasilan hidup dengan gelar akademisnya, terlebih sebagai orang Batak yang bisa dikatakan sangat haus dengan pencapaian akademis. Jadi mau tidak mau melanjutkan pendidikan harus menjadi hal terutama yang harus saya capai sebelum saya meninggal.
  2. Menemani keponakan-keponakan saya berjalan ke altar pernikahan mereka. Saya dibesarkan di keluarga yang mengutamakan keluarga lebih dari apa pun. Memang betul keluarga sekalipun bisa sangat mengecewakan, tetapi suka atau tidak suka keluarga adalah keluarga. Mereka adalah orang-orang yang akan menangis bersama kita ketika kita sedih, dan juga sebaliknya tertawa bersama kita ketika kita berhasil. Termasuk juga para keponakan saya tercinta. Tidak ada kebahagiaan yang lebih besar daripada melihat mereka semuanya mengenakan pakaian spesial mereka di hari pernikahan mereka, dan mendengar mereka mengucapkan ikrar pernikahan bersama pria dan wanita terbaik yang Tuhan berikan dalam hidup mereka.
  3. Mengajak Mama pergi ke tempat wisata impiannya. Well, when it comes to Mom, all I can say is she’s my everything. Kebahagiaan Mama adalah tugas yang mengikat saya. Dan layaknya manusia pada umumnya yang ingin melakukan perjalanan wisata yang jauh, Mama pun memiliki keinginan seperti itu. Ada beberapa tempat yang menjadi tempat “pelarian” favoritnya. Dan sebagai anak, si Rolan ini akan berusaha keras mewujudkan impian masa muda Mama.
  4. Kembali ke berat badan IDEAL!  Terus terang saya sudah bosan membeli baju yang berukuran XL, dan ingin kembali mengenakan pakaian berukuran maksimal L; kalau perlu mengenakan yang berukuran S *HAHAHAHA* Sulit memang karena godaan terlalu banyak, tetapi ini harus terjadi! Setidaknya dengan berat badan ideal, saya bisa bermain kejar-kejaran dengan anak saya tanpa saya harus merasa ngos-ngosan.
  5. MENIKAH. Ini yang gampang-gampang susah. Kemarin nyaris saja menikah, tetapi karena alasan bodoh dari dia, pernikahan BATAL! Untuk pria “pemalu dan pendiam” seperti saya, menemukan wanita yang tepat itu sama sulitnya seperti memberantas korupsi dari Endonesah! Tapi harus dicoba.
  6. Menamai anak laki-laki saya dengan nama Raven …….. Sihombing! Bagian titik-titik itu akan diisi dengan nama yang diawali inisial calon mamanya Raven. Murahan sih, tapi memberi nama anak sudah menjadi hobi sejak saya mengalami cinta monyet pada zaman SMP (ngakak).  Kemarin itu nyaris saja Raven bernama tengah Raven Natanael Sihombing. Tapi sekarang nama tengah Raven sementara ini masih kosong dulu. Sabar ya Rav…
  7. Terlibat dalam produksi drama musikal anak-anak yang megah. Ya semacam musikal Laskar Pelangi yang dibuat oleh idola saya Mira Lesmana.
  8. Menulis buku. Bagaimana pun suatu hari saya harus menulis buku atau lebih bagus lagi jika ada buku yang ditulis orang tentang saya. Hahahahaha!
  9. Membentuk rumah produksi yang mengkhususkan pada pembuatan tayangan-tayangan anak yang berkualitas. Berdasarkan pengalaman pribadi dan pengalaman selama bekerja di organisasi yang fokus pada anak, anak-anak Indonesia berada dalam bahaya karena dicekoki oleh tayangan-tayangan televisi yang tidak bermutu dan tidak ramah anak.
  10. Membuat film. Entah kenapa saya selalu bermimpi menjadi seorang pembuat film. Saya selalu iri dengan orang-orang muda yang sudah membuat film, terlepas film itu murahan atau bermutu. Sepertinya akan sangat membanggakan jika nama saya dicantumkan di credit title dalam sebuah produksi film.
  11. Mempunyai follower di Twitter sebanyak minimal 100 ribu orang. Well, saat ini jumlah follower saya baru 112 orang, jadi masih kurang 99888 orang lagi. *zzzzzzz*
  12. Berenang di kolam berukuran Olympiade bolak-balik tanpa harus menjadi panik ketika berada di tengah kolam. Saya memang bisa berenang, dan itu karena saya belajar sendiri. Sebenarnya saya heran kok saya bisa mengambang dan tidak tenggelam kala berenang. Puji Tuhan lah ya kalau suatu hari nanti saya bisa berenang bolak-balik di kolam renang berukuran standar Olympiade tanpa tiba-tiba engap di tengah jalan.
  13. Bermain sepakbola lagi.  Menjadi pemain sepakbola adalah obsesi remaja saya yang pertama. Lalu kemudian menjadi 14 tahun berjalan pincang dan mengubur impian sebagai pemain bola adalah sesuatu yang menyesakkan sebenarnya. Tetapi karena saya sudah normal (baca: selisih 1 mm *thanks Compassion*) maka bermain bola dan mencetak gol lagi ke gawang lawan sepertinya musti dipertimbangkan lagi.
  14. Makan Trites. Konon ini adalah makanan yang paling ekstrem dalam peta kuliner Indonesia. Trites adalah masakan tradisional orang Karo yang terbuat dari isi lambung sapi. Perpaduan rasa pahit dan bau yang super ekstrem, nampaknya menjadi salah satu kuliner yang harus dicicipi suatu saat nanti.
  15. Bungee Jumping. Meloncat dari ketinggian sambil berteriak “Geronimo” nampaknya juga menjadi salah satu hal ekstrem yang harus saya lakukan sebelum meninggal.
  16. Terjun Payung. Nah kalau yang ini meski kelewat ekstrem, tetapi nampaknya harus dilakukan juga. Karena sebenarnya saya adalah orang yang sangat trauma dengan ketinggian. Agar saya tidak meninggal dengan trauma ketinggian, maka saya harus mengalahkannya dengan terjun payung.
  17. Mengunjungi bar khusus kaum gay. Selain takut ketinggian, saya juga phobia dengan bencong, dan pria-pria melambai ataupun pria-pria pecinta sejenis. Saat kecil saya pernah dikejar-kejar bencong di sekitar rumah. Karena yang mengejar adalah laki-laki berbaju perempuan, maka tenaganya sangat kuat. Lalu saya terjatuh dari sepeda, dan si bencong itu lalu mencubiti paha saya dan menciumi pipi saya berkali-kali. Ciiihhh, najisssss!!! Untung ada bapak-bapak yang meneriaki si bencong sehingga akhirnya saya gagal disodomi. Tapi akibat trauma itu, saya selalu takut jika bertemu, berpapasan atau bahkan ditegur oleh seorang pria sekong ataupun lekong. Jadi dengan mengunjungi bar khusus kaum gay, mungkin trauma itu bisa hilang dan berbalik jadi ketagihan. #ehh
  18. Mencium tangan Sri Paus di Vatikan. Meski saya bukan menganut agama Katolik, tetapi saya dibesarkan di sekolah Katolik dan bekerja di daerah yang mayoritas penduduknya beragama Katolik, sehingga saya memahami betapa sentralnya peran seorang Paus bagi umat Katolik. Selain ingin mengunjungi tanah Eropa suatu saat, tetapi obsesi terbesar saya adalah mencium tangan Sri Paus. Pasti berasa hadirat Tuhan nantinya. #ehh
  19. Menjadi vegetarian sejati. Beberapa bulan ini saya sudah mulai membiasakan diri dengan hanya memakan sayur-sayuran, dan harus diakui sepertinya itu lebih baik daripada mengkonsumsi daging-dagingan, terlebih daging sapi pendek itu. Benar adanya seperti yang dikatakan Victor Lindlahr: “You are what you eat.” 
  20. Berkepala botak plontos. Ketika berat badan saya sudah kembali ideal, saya akan mem-plontoskan kepala saya. Walaupun akan terlihat gay banget, tetapi berkepala plontos merupakan cita-cita dari remaja. Skinhead
  21. Melamar calon istri saya dengan cara yang spesial. Walau saya tidaklah seromantis pria-pria melankolis lainnya, tetapi ketika nanti saya bertemu dengan kekasih hati yang merontokkan semua sendi-sendi jiwa saya, maka saya akan melamarnya dengan cara yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya.
  22. Masuk partai politik. Meski saya tidak terlalu mencintai dunia politik, tetapi saya mencintai Republik Indonesia. Dan mungkin dengan jalan masuk partai politik suatu hari nanti, cinta saya kepada tanah air bisa diejawantahkan secara sempurna.
  23. Fasih berbahasa Spanyol. Salah satu bahasa yang paling seksi di dunia menurut saya adalah bahasa Spanyol, dan berbicara ala telenovela dengan lancar menjadi salah satu obsesi saya. Rasanya mengucapkan te queiro kepada seorang wanita dengan senyum menawan, sangatlah indah; dan juga seperti Don Juan jadinya.
  24. Menghadiri Star Trek Cons. Saya menggemari Star Trek sejak SMP, meskipun tidak juga dikategorikan sebagai seorang Trekkers sejati, tetapi Star Trek menjadi salah satu juruselamat masa remaja saya. Dan berada bersama saudara-saudara seiman pecinta Star Trek, rasanya akan menyenangkan.
  25. Menonton Lakers Game di Staples Center. Sejak Lakers dipunggawai Kareem Abdul Jabbar dan Magic Johnson, saya sudah menjadi penggemar Lakers. Dan menonton salah satu pertandingan kandangnya di Staples Center, adalah obsesi saya berikutnya.

    Staples Center

    Staples Center

  26. Menonton Napoli bertanding di San Paolo. Klub sepakbola pertama yang saya cintai adalah Napoli, klub yang dibela dewa saya, Maradona pada awal 90-an. Selain itu, kota Napoli dengan segenap pesona dan keindahannya menjadi salah satu tujuan wisata yang harus saya kunjungi sebelum meninggal.
  27. Berteriak histeris di tengah konser Coldplay. Yep, what can I say? Nonton konser Coldplay, it’s hugeeee man! Wajib nonton!
  28. Dapat tanda tangan dari Muhammad Yunus. Tokoh idola saya bukanlah seorang pendeta, tetapi seorang Bapak mikrokredit, pendiri Graemeen Bank dan peraih Nobel. Pria dengan sejuta prestasi dan inspirasi yang jauh lebih berkarya nyata untuk orang miskin ini, lebih suci daripada pendeta-pendeta televisi yang bertarif mahal!
  29. Bermain drum lagi. Alat musik yang pertama kali saya kuasai adalah drum. Dan bermain drum lagi lebih menggairahkan buat saya ketimbang memencet tuts piano ataupun kibor.
  30. Memiliki toko roti. Tidak ada aroma yang lebih menyenangkan selain mencium bau roti yang sedang dipanggang di oven. Dan menurut saya kencan yang paling tak terlupakan adalah duduk berlama-lama dengan pacar sambil makan roti yang lezat. Kencan murah meriah tapi berkualitas.
  31. Menyanyikan lagu “I Could Not Ask For More” untuk sang istri tercinta saat perayaan ulang tahun pernikahan ke 25. Lagu Edwin McCain ini selalu akan jadi lagu cinta yang terbaik dalam pustaka musik saya. Dan menyanyikan lagu ini untuk wanita yang sudah menemani pasang surut kehidupan saya kelak, adalah bukti bahwa bersama dirinya adalah harta terindah dalam hidup saya.
  32. Berpergian ke pelbagai tempat di seluruh dunia. Baik travel sendirian ataupun dengan keluarga, dunia adalah tempat yang indah untuk dikunjungi. Itulah sebabnya God so loved the world!
  33. Mengambil foto Raven masuk TK pertama kali.
  34. Pura-pura galak ke laki-laki yang mau memacari anak perempuan saya. Sebagai seorang ayah kelak, saya harus memastikan calon suami anak perempuan saya, harus bisa mencintai anak saya sebagaimana saya mengasihinya. Tenang kiddo, ada cowo aneh-aneh, Papa hajar nanti!
  35. Menggendong cucu pertama. Meski agak sulit, tetapi semoga ini bisa jadi kenyataan. That’s why I need to stay healthy!
  36. Menyelesaikan pertandingan hidup saya dengan baik seperti yang diinginkan Pencipta saya.

That’s a wrap for today!

Written by Rolan Sihombing

August 29, 2013 at 12:18 pm

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Saya doakan cepet ketemu calon mamanya Raven yaa..GBU

    Amalia Kuswardani

    August 30, 2013 at 8:23 am

  2. hahahahaha. amin!

    Rolan Sihombing

    August 30, 2013 at 2:02 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: