Rolan Sihombing Dan Beranda Mimpinya

Memimpikan Esok Yang Lebih Baik Daripada Hari Ini…

Wisdom From Soccer

leave a comment »

Salah satu nukilan dalam masa lalu saya yang memberikan kontribusi yang signifikan pada hidup saya sekarang, adalah ketika saya mengikuti sekolah sepakbola di lapangan depan rumah. Nama sekolah sepakbola itu adalah Remaja Jakarta. Pelatih saya kala itu adalah legenda-legenda sepakbola Indonesia seperti Ponirin Meka, Sarman Panggabean, dan Ipong Silalahi. Sedangkan pemilik sekolah sepakbola adalah M. Zein yang kemudian dikenal sebagai mantan pengurus PSSI dan sekarang menjadi salah satu penyusun statuta PSSI.

Apa saja pelajaran-pelajaran yang saya dapatkan dari pengalaman bersepakbola di masa remaja? Berikut pelajarannya.

Pertama, dalam sepakbola tidak mungkin tidak jatuh. Tapi ketika jatuh, segera bangun lagi. Kala saya baru pertama kali mengikuti latihan di Remaja Jakarta, pelatih saya mengatakan sebuah pemahaman mendasar yang harus diketahui oleh setiap pesepakbola. Kala bermain ataupun bertanding sepakbola, yang namanya jatuh akibat tackling lawan ataupun jatuh karena berjibaku memperebutkan bola dengan lawan adalah sesuatu yang wajar. Namun saat jatuh, segeralah bangkit karena permainan belum selesai. Masih banyak kesempatan yang bisa diperjuangkan untuk menyarangkan bola ke gawang lawan.

Demikian juga dalam hidup. Kejatuhan (baca: kegagalan) selalu bisa hadir dalam setiap momen-momen kehidupan kita. Terkadang bahkan kejatuhan tersebut bisa datang tiba-tiba dan tanpa peringatan. Ia bisa memberi cidera serius seperti luka batin, kepahitan dan sebagainya. Bahkan tak jarang ia bisa menanamkan virus trauma yang berlebihan yang justru menyebabkan hidup kita makin terpuruk ke titik nadir.

Tetapi ketika gagal, segeralah bangkit. Pertandingan masih berjalan. Masih banyak kesempatan di depan kita untuk mengukir potensi-potensi kemenangan yang baru yang akan berakhir pada kehidupan yang lebih baik. Pengalaman menjadi kenek angkot dan tidak makan sama sekali selama 3 hari di Pekanbaru, merupakan salah satu titik keterpurukan saya yang paling dalam. Saya masih ingat air mata menetes ketika saya mengisi perut dengan es cincau seharga 1000 rupiah. Sembari menangis saya mengutuki orang-orang yang menyebabkan saya mengalami kejatuhan ini. Tetapi setelah mengutuk sekalipun, tidak satu pun kemajuan yang bisa saya capai pada hari itu.

Hari ini Anda jatuh? Segera bangun lagi. Pertandingan masih belum selesai. Di depan sana masih terbentang luas kesempatan demi kesempatan untuk Anda raih. Dan pada saat yang tepat, sebuah gol keberhasilan akan Anda ukirkan dalam hidup Anda.

Kedua, setiap pemain ketika berada di lapangan dengan mengenakan kostum tim, semua keringat dan perjuangan adalah untuk kepentingan tim. Ada 11 orang yang berbeda-beda dalam setiap kesebelasan. Saat saya masih aktif bermain, saya adalah Attacking Midfielder yang ditugaskan untuk merusak pertahanan lawan dari sisi sebelah kiri. Kebetulan saya dianugerahi kecepatan lari yang di atas rata-rata, sehingga mudah bagi saya untuk mengejar bola yang diumpankan ke saya. Selain itu dengan kecepatan lari dan kontrol bola yang cukup baik kala itu, saya juga sering membuat barisan pertahanan lawan harus memusatkan perhatian mereka kepada saya sehingga mereka meluputkan Striker yang sudah merangsek masuk mendekati kotak penalti. Jika sudah begitu, maka saya akan mengirimkan umpan crossing kepada para goal getter yang bersiap menceploskan bola ke gawang lawan.

Tetapi kecepatan lari dan pengotrolan bola yang saya miliki, seberapa bagusnya itu akan sia-sia jika tidak ada orang yang berada di kotak penalti lawan yang menyambut crossing saya dan membuahkan gol. Dan sebaliknya juga akan sia-sia kemampuan penyelesaian akhir yang sempurna sekalipun yang dimiliki seorang striker, satu gol pun tidak akan bersarang jika tidak ada pemain seperti saya yang mengobrak-abrik pertahanan lawan dan mampu mengirimkan crossing terukur ke tengah kotak penalti. Ketika di lapangan dengan mengenakan seragam tim, semua individu melebur menjadi satu tim dan semua individu saling memberikan kemampuan mereka untuk kepentingan terbaik tim.

Inilah rahasia keberhasilan organisasi apa pun di dunia ini. Kerjasama tim yang dilakukan oleh tiap-tiap talenta berbeda yang ada dalam organisasi tersebut. Tetapi sehebat apa pun individu yang ada dalam tim, misal CEO yang terbukti sukses memecahkan rekor penjualan dalam sejarah perusahaan, tidak akan mendapatkan keberhasilan yang sempurna jika tidak didukung keramahan Customer Service yang berjuang menenangkan kekecewaan pelanggan. Atau strategi perusahaan yang inovatif sekalipun, tidak akan membuahkan hasil jika tidak didukung kemampuan alamiah para penjual produk yang setiap hari berada di lini paling depan perusahaan setiap harinya.

Dan bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan.

Ketiga, tidak ada kemajuan tanpa kerja keras. Beberapa orang di antara teman-teman  saya di Remaja Jakarta, memiliki bakat alam yang sangat mumpuni. Nampaknya bagi mereka, meliuk-liuk melewati hadangan pemain lawan adalah hal yang sangat mudah mereka lakukan, bahkan mungkin dengan mata tertutup sekalipun. Tetapi bagi saya yang baru mengenal permainan sepakbola yang “sekolahan” tentulah tidak semudah itu. Oleh karena itu dalam tiap sesi latihan, pelatih saya akan menempatkan rintangan buatan, yang biasanya kalau tidak bola ataupun tiang bambu yang ditancapkan ke tanah. Latihan ini mengharuskan saya menggiring bola dengan kecepatan lari sedang sembari meliuk-liuk di antara bola-bola ataupun tiang-tiang bambu yang sudah ditancapkan berderet. Biasanya jarak deretan bambu itu sekitar 5-7 meter. Jika saya sudah mencapai ujung dari rintangan tersebut, maka saya harus kembali ke titik awal saya mulai menggiring bola dengan kecepatan yang sama. Ketika dengan kecepatan rata-rata saya sudah bisa menggiring bola tanpa mengenai tiang-tiang bambu ataupun bola yang dijejerkan, maka kemudian pelatih akan meminta saya untuk meningkatkan kecepatan lari saya.

Sesi latihan seperti ini merupakan salah satu yang paling berat yang pernah saya alami. Karena selain membutuhkan konsentrasi tingkat tinggi, latihan ini tidak akan selesai jika saya tidak berhasil menyelesaikan latihan ini minimal dalam 5 kali dalam kecepatan standar, dan 5 kali dalam kecepatan di atas standar. Selama belum memenuhi kuota minimal 5 kali dalam masing-masing kecepatan, maka saya harus mengulang lagi dari awal. Tidak ada progress ataupun kemajuan tanpa latihan atau kerja keras. Prinsip inilah yang selalu ditanamkan pelatih-pelatih saya yang pada umumnya sangat disiplin dan keras.

Demikian juga dalam kehidupan sehari-hari, kita harus menyadari bahwa keberhasilan itu adalah sebuah proses belajar dan ujian yang berlangsung secara simultan. Jika keberhasilan bisa dicapai dengan singkat dan tanpa kerja keras, maka sudah bisa dipastikan di dunia ini tidak ada orang gagal karena semuanya berhasil. Karena secara natur manusia harus belajar, maka kemajuan dalam hidup tentu tidak bisa tidak dicapai lewat serangkaian kerja keras, upaya uji coba dan kegagalan, yang terus menerus dilakoni tanpa menyerah sebelum akhirnya berhasil.

Michael Jordan, sang legenda NBA, menghabiskan waktu minimal 8 jam sehari untuk melatih tembakan ke ring basket dari pelbagai sudut. David Beckham sejak kecil bersama ayahnya berlatih dengan keras dan berjam-jam melatih akurasi passing dan umpan silang, dan juga kemudian ia berlatih berjam-jam untuk melesatkan tendangan bebas ke gawang yang melumpuhkan kiper lawan.

Dunia ini dipenuhi dengan orang-orang berbakat yang tidak menjadi apa-apa. Oleh karena itu perlu latihan dan kerja keras agar setiap kemampuan inheren yang kita miliki bisa terekspos dengan maksimal, yang kemudian pada akhirnya membawa keberhasilan yang signifikan di akhir hidup kita.

Ketiga wisdom inilah yang paling sering saya ingat dan praktekkan dalam kehidupan saya bertahun-tahun kemudian bahkan setelah saya tidak lagi bermain sepakbola. Meski saat ini saya pun belum berhasil secara paripurna dalam pelbagai hal yang saya kerjakan, tapi hei,…pertandingan hidup ini belum selesai, dan dunia masih menunggu akan jadi apa Rolan Sihombing kelak.

Dunia pun masih menunggu akan jadi apa Anda kelak di penghujung hidup Anda.

Selamat berjuang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: