Rolan Sihombing Dan Beranda Mimpinya

Memimpikan Esok Yang Lebih Baik Daripada Hari Ini…

Gadis-gadis Idaman :p

leave a comment »

Awal tahun baru merupakan hari-hari dimana rasa kesal harus ditahan. Tentu saja bukan rasa kesal karena harus segera bekerja lagi setelah melewati masa panjang liburan; tetapi rasa kesal dari kewajiban harus menjawab pertanyaan yang paling saya benci setahun belakangan: “Kapan menikah?”

Para penanya itu bisa saya anggap orang-orang yang sejatinya tidak memahami dan mengenal saya secara dekat. Tentu ada beberapa penanya yang saya tahu betul maksud di balik pertanyaan itu adalah hanya sekedar meledek. Saya lebih mudah menerima bully daripada pertanyaan serius mengenai kapan tepatnya saya menikah. Walau agar tensi saya tidak melonjak secara berlebihan, semua orang yang bertanya tentang “kapan menikah” akhirnya saya anggap sedang mem-bully saya.

Apa istimewanya dari pernikahan? Toh kebanyakan saya melihat teman-teman yang sudah menikah pun tidak semua bahagia setelah menikah. Bahkan mereka diam-diam merindukan masa-masa ketika mereka masih sendiri dan bebas dari ikatan pernikahan. Saya tahu ada beberapa teman yang diam-diam bermain api dengan pria dan wanita lain. Tidak hanya sekedar menggoda pria atau wanita di kantor maupun di jalanan, tetapi bahkan sampai menjalin hubungan terlarang. Biasanya semua dimulai dengan rasa jenuh, lalu iseng-iseng menggoda, kemudian tergoda beneran sampai akhirnya *eng ing eng* berselingkuh.

Jika ternyata pernikahan tidak bisa mengekang nafsu liar dan gejolak adrenalin kita, maka adalah lebih baik tidak berpikir serius terlebih dahulu tentang pernikahan seperti yang saya lakukan sekarang. Tidak hanya itu, menunda berpikir untuk menikah pun saya lakukan karena:

  1. Biaya menikah itu mahal.
  2. Biaya pasca pernikahan jauh lebih mahal.
  3. Wanita dengan cinta yang tulus itu sudah semakin langka.
  4. Lebih baik memilih dengan cermat daripada sembarang menentukan pilihan. *Saya sudah merasakan konsekuensi akibat asal mencintai*

Saya selalu meyakini bahwa kita tidak akan mendapatkan sesuatu, jika kita tidak ingin mendapatkan hal tersebut dengan sungguh-sungguh. Itulah yang terjadi pada saya sekarang. Saya belum sungguh-sungguh mencari cinta. Saya masih merasa bahagia tidur sendiri, makan sendiri, cuci baju sendiri, pergi ke kondangan sendiri, ataupun mengatur keuangan sendiri.

Pernahkah merasa kesepian? Jawabannya tidak. Mungkin yang sering muncul adalah khayalan tingkat tinggi ketika melihat Dian Sastro, Anissa Pohan, Anita Mae, Shinta Rosari, dan juga Zackia Arfan. Saya baru sampai pada tahap mengagumi wanita cantik nan cerdas, dan belum berniat mencari ataupun mengencani wanita seperti itu. Bukan karena belum bisa move-on; saya sudah sangat bisa move-on dari bencana cinta yang gegap gempita dua tahun yang lalu; tetapi mungkin karena saya masih nyaman sendirian sembari membidik gadis-gadis cantik yang mau dengan saya. Saya tegaskan sekali lagi MAU, maklum selama ini hanya saya yang MAU.

Mungkinkah gadis-gadis seperti ini MAU? Hanya takdir yang tahu.

The Smile

The Brain

Easy Going

The Voice

The Eyes

Cantik banget kan mereka? Sayang sebagian sudah bersuami dan sebagian sudah punya pacar. Malah ada yang jadi mantu Presiden pula. Kalaupun ada yang seperti mereka dan masih lajang, mana mungkin mau dengan pekerja sosial. Sial! *Semoga saya tidak punya kelainan menyukai istri orang*

NB: Saya jomblo tapi bukan HOMO >>> Credit to @mongol_stress

Written by Rolan Sihombing

January 3, 2013 at 3:12 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: