Rolan Sihombing Dan Beranda Mimpinya

Memimpikan Esok Yang Lebih Baik Daripada Hari Ini…

Catatan Terakhir Jelang Akhir Tahun

leave a comment »

2012 segera berakhir. Saya secara pribadi merasakan kelegaan dan kesedihan pada saat yang bersamaan.

Melegakan karena tinggal 45 bulan lagi saya ada di Ruteng. Tidak berarti saya tidak menyukai berada di Ruteng, tetapi tentu lebih menggembirakan hati jika bisa berada dekat dengan orang-orang yang tercinta. Terlebih keponakan-keponakan saya sudah beranjak remaja, saya merasa penting untuk berada dekat mereka sehingga masa remaja mereka bisa terjalani dengan lebih baik dibandingkan ketika saya menjalani masa remaja saya.

Menyedihkan karena artinya usia saya akan semakin bertambah. Tentu konsekuensinya adalah kemampuan fisik yang mulai menurun seiring pertambahan usia, belum lagi keluhan-keluhan kesehatan yang mungkin pasti akan mulai makin sering terasa. Tapi begitulah hidup. Sesaat yang lalu saya rasanya masih meliuk-liuk di lapangan bola dan menjadi pemain andalan yang kerap menyelamatkan tim dari kekalahan; namun bak sekejap mata saat ini sudah semakin uzur.

Saya menyongsong tahun 2012 di saat yang lalu dengan suasana hati yang penuh dengan atmosfer kekalahan. Setelah diberhentikan dari tempat saya bekerja selama 3,5 tahun, saya juga mengalami pengkhianatan yang luar biasa dari wanita yang sebenarnya sungguh-sungguh saya cintai. Selain itu saya juga dihadapkan dengan atasan di tempat kerja yang baru yang sangat buruk dalam mengelola emosi khususnya menjaga kata-kata saat emosi meskipun dia memakai kalung salib yang sangat besar di lehernya. Sehingga bisa dibilang pada saat doa jelang tahun baru, saya cukup tidak meyakini hal baik apa yang akan saya terima pada tahun 2012.

Tetapi kemudian di penghujung tahun 2012 ini, saya bisa melihat banyak hal yang bisa saya syukuri dari peristiwa-peristiwa kekalahan yang telah lewat. Saya belajar banyak tentang mengelola konflik, menjaga kepercayaan, dan konsekuensi dari kepemimpinan saya yang gagal dari kejadian diberhentikan dari tempat saya bekerja sebelumnya. Pun saya juga belajar tentang cinta yang sesungguhnya sejak mengakhiri hubungan dengan wanita yang pernah merasuk hari-hari saya. Ternyata hanya keluarga yang sanggup mencintai kita apa adanya, meskipun kita berada dalam titik nadir dan terkelam dalam kehidupan kita. Dan dari bos yang tukang marah-marah, saya belajar sekali lagi tentang seni kepemimpinan yang efektif dan sejati. Jabatan dan kepemimpinan tidak selalu berbanding lurus. Orang dengan jabatan belum tentu adalah orang dengan kemampuan memimpin. Tetapi orang yang bisa memimpin pasti akan dilimpahkan jabatan.

Dan tepat di pertengahan tahun 2012, fitrah saya kembali terwujud. Saya berada di tengah masyarakat marjinal, melayani orang-orang yang terpinggirkan; seperti yang saya impikan sejak semester 2 perkuliahan saya di Bandung. Selain mendapatkan tanggung jawab yang cukup membuat saya merasa tersanjung, saya pun mendapatkan lingkungan pekerjaan yang sangat kondusif. Teman-teman di kantor sekarang bukanlah orang yang sibuk mengurusi aktivitas ataupun urusan pribadi, tetapi mereka peduli pada individu. Sehingga meski sempat tidak memiliki pemimpin yang absah tetapi performa kantor secara keseluruhan tetap baik karena masing-masing individu di kantor sangat kompak, sehati dan setujuan. Tidak ada rekan kerja yang sibuk mencap saya sebagai tukang online, ataupun mengira saya mencurigai mereka sebagai Yudas Iskariot.

Akhir kata, hidup harus disyukuri bukan disesali. Penyesalan hanya mendatangkan suasana kalah, sedangkan rasa syukur terhadap kesialan dan keberuntungan yang kita alami akan membawa suasana kemenangan. Tahun ini saya bisa dengan penuh percaya diri merasa cukup bahagia bisa mengakhiri tahun ini; berkebalikan dengan akhir tahun kemarin. Namun karena hari esok pun selalu jadi misteri, dengan harap-harap cemas juga semoga tahun depan semua nikmat Ilahi baik besar maupun kecil masih bisa dirasakan dengan penuh ucapan syukur yang makin melimpah.

Selamat menjelang tahun baru 2013, dari Ruteng yang berkabut. Maafkan jika banyak tulisan dan kata-kata yang menyakiti mata, dan perasaan pembaca sekalian.

Sampai jumpa di tahun 2013.

Izinkan saya mengutip sepenggal lirik dari nyanyian sang Maestro, Bob Marley, untuk mengiring langkah kaki kita menutup 2012 dan menyambut 2013 dengan sukacita.

Don’t worry about a thing, cause every little thing is gonna be all right. Singin’ don’t worry about a thing, cause every little thing is gonna be all right.”

Salam perlindungan anak!

Written by Rolan Sihombing

December 21, 2012 at 9:59 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: