Rolan Sihombing Dan Beranda Mimpinya

Memimpikan Esok Yang Lebih Baik Daripada Hari Ini…

My “Almost” Wedding Song: I Could Not Ask For More by Edwin McCain

leave a comment »

Saya adalah tipe orang yang selalu membawa buku di dalam tas kerja, dan jika tidak salah hitung sejak saya di Ruteng dari awal Agustus kemarin sudah hampir lima buku yang sudah saya selesai baca. Pagi tadi sebelum pergi ke kantor, saya sempatkan mengubek-ngubek kardus besar berisi buku-buku yang saya bawa ke Ruteng. Dan saya menemukan sebuah buku yang sudah saya miliki sejak tahun 2004, dan belum sempat saya selesaikan tiga bab sisa dari buku itu. Karena hari ini saya tidak turun ke desa dan akan ada di kantor seharian, maka saya mengambil buku itu dan menyelipkannya di tas kerja saya.

Selepas makan siang saya membuka-buka lembar halaman buku itu, dan saya menemukan secarik kertas yang bertuliskan tulisan tangan saya. Setitik rasa haru sempat menggelayut di benak saya karena saya membaca tulisan di secarik kertas itu.

Kertas itu saya tulisi sepenggal lirik dari sebuah lagu yang dinyanyikan Edwin McCain yang berjudul I Could Not Ask For More. Lagu ini pernah menjadi OST dari film drama romantis “Message In A Bottle” yang dirilis pada tahun 1999 dan dibintangi oleh Kevin Costner dan Robin Wright.

Yang membuat saya sedikit haru adalah karena di bagian atas dari kertas itu, saya menuliskan 3 kata dalam bahasa Inggris dengan huruf kapital: MY WEDDING SONG.

Saya ingat betul siapa yang ada di benak saya kala menuliskan lirik lagu tersebut di secarik kertas 8 tahun yang silam. She’s probably the most perfect bride for me. Hanya sayangnya takdir tidak berpihak pada saya. Tapi mungkin takdir tak berpihak juga karena ketakutan saya untuk memperjuangkan dia. Entahlah, terus terang sampai hari ini tidak ada yang seperti dia, meski ratusan pria ada di sekeliling saya.

Oops maaf..maksudnya wanita, dan bukan ratusan; hanya sehitung jari saja.

Kembali ke lagu I Could Not Ask For More. Lagu ini merupakan ungkapan cinta yang sangat dalam dari seorang pria kepada wanita yang dicintainya. Dalam salah satu bagian, Edwin McCain menyanyikan: “These are the moments I thank God that I’m alive.” 

Momen yang dimaksud adalah momen ketika sang pria berada di samping wanita yang ia cintai. Sembari hujan rintik-rintik di luar rumah, mereka berbaring bersisian, dan sang pria melihat wanita yang ia cintai tersenyum padanya. Momen-momen seperti itulah yang membuat sang pria mensyukuri bahwa Tuhan tetap mengizinkannya hidup meski mungkin banyak peristiwa yang membuatnya nyaris kehilangan nyawanya.

Saat saya menuliskan lirik itu, saya mengingat-ingat tahun-tahun ketika hidup terasa sangat sulit bagi saya. Saat saya nyaris putus asa karena kepincangan kaki saya. Saat saya larut dalam mempersalahkan diri sendiri akibat wafatnya ayah tercinta. Saat saya menangisi hidup saya di atas angkot yang saya kondekturi di Pekanbaru. Dan ketika saya mengingat tahun-tahun itu dan masih hidup hingga saat saya menulisi lirik lagu I Could Not Ask For More, saya tahu untuk dialah saya diizinkan Tuhan untuk tetap hidup, bernafas dan menata ulang kehidupan saya.

Saya cukup romantis bukan?

Daripada saya mengakhiri hari ini dengan kegalauan yang tidak berujung pangkal, jika pembaca ingin menonton video musik I Could Not Ask For More ataupun mengunduh lagu tersebut, Anda bisa menemukannya di SINI dan di SINI.

Dan ini lirik lagunya:

Listening to the rain 
Smiling just to see the smile upon your face 
These are the moments I thank God that I’m alive 
These are the moments I’ll remember all my life 
I found all I’ve waited for 
And I could not ask for more 
Looking in your eyes 
Seeing all I need 
Everything you are is everything to me 
These are the moments 
I know heaven must exist 
These are the moments I know all I need is this 
I have all I’ve waited for 
And I could not ask for more

Chorus 
I could not ask for more than this time together 
I could not ask for more than this time with you 
Every prayer has been answered 
Every dream I have’s come true 
And right here in this moment is right where I’m meant to be 
Here with you here with me

Selamat libur panjang.

-Ruteng, 25 Oktober 2012-

Written by Rolan Sihombing

October 25, 2012 at 2:10 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: