Rolan Sihombing Dan Beranda Mimpinya

Memimpikan Esok Yang Lebih Baik Daripada Hari Ini…

Mau Jadi Pemimpin? Jadilah Kaya Dan Terkenal Terlebih Dahulu

with one comment

Kepemimpinan telah digambarkan sebagai suatu proses pengaruh sosial di mana satu orang dapat meminta bantuan dan dukungan dari orang lain dalam pemenuhan tugas umum. Artinya ketika seseorang memiliki pengaruh sosial yang cukup tinggi maka ia dapat menggerakkan orang lain untuk mencapai sebuah tujuan yang telah disepakati untuk dicapai. Dengan kata lain, semakin berpengaruh seseorang maka semakin efektif pula level kepemimpinannya.

Bagaimana seseorang bisa mencapai sebuah taraf mempengaruhi yang sedemikian tinggi sehingga kemudian ia dapat menggerakkan orang-orang di sekelilingnya untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai?

Jawabannya adalah dengan kekayaan dan ketenaran. Tidak ada jalan yang lebih mudah untuk menjadi seorang pemimpin yang berpengaruh tinggi selain dengan memiliki kekayaan dan ketenaran yang cukup mumpuni.

Oleh karena itu, tidak heran Raja Salomo di dalam Mazmur 72:1-20 mengajukan sebuah doa yang sangat egois, yaitu meminta kekayaan yang berlimpah dan kemasyuran yang luas hingga ke ujung bumi. Ia menyadari dengan kekayaan dan ketenaran yang ia miliki, maka pengaruhnya sebagai Raja akan semakin meluas.

Tetapi tanpa membaca lebih lanjut doanya tersebut dan tidak memahami motivasi sesungguhnya, maka kita akan serta merta menilai Raja Salomo adalah seorang ego maniak. Padahal keinginannya untuk menjadi kaya dan terkenal ternyata memiliki alasan yang sungguh mulia. Ia menyatakan motivasinya untuk semakin kaya dan terkenal pada ayat 12-14:

“Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, orang yang tertindas, dan orang yang tidak punya penolong; ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkan nyawa orang miskin. Ia akan menebus nyawa mereka dari penindasan dan kekerasan, darah mereka mahal di matanya.” 

Melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, menjadi penolong untuk orang yang tertindas dan tidak punya penolong, memberikan kasih sayang kepada orang lemah, dan menyelamatkan nyawa orang miskin yang terancam akibat penindasan dan kekerasan merupakan motivasi utama yang melatarbelakangi doa Raja Salomo yang sepertinya sangat egois.

Di sinilah kita bisa menyimpulkan bahwa sebuah kekayaan dan ketenaran tidak memiliki arti jika tidak digunakan untuk mempengaruhi orang-orang lain agar bisa membela dan menolong orang miskin dan kaum yang tertindas. Kepemimpinan akan impoten ketika sang pemimpin tersebut tidak mampu menyuarakan kepedulian dan empati kepada mereka yang tidak memiliki penolong.

Ketika saya menuliskan ini, saya teringat dengan pemimpin-pemimpin palsu yang makin banyak berkeliaran di luar sana. Mereka mencapai sebuah kekayaan dan memiliki pengaruh yang demikian luas, tetapi tidak menggunakan kekayaan dan ketenaran yang dianugerahkan Tuhan untuk membela orang-orang yang miskin hak, dan bisu karena kemiskinannya.

Saya teringat akan para selebritis yang hanya gemar memamerkan kekayaan yang ia miliki, sementara banyak orang di sekitar mereka yang masih mengais-ngais mencari makanan.

Saya teringat akan para oknum pejabat dan oknum politisi, yang berhasil meraih popularitas dan status elit di bangsa ini tetapi lebih suka bercengkrama di lobi-lobi hotel yang mewah dan megah ketimbang berada di tengah kantong kemiskinan yang sebenarnya seringkali menjadi lumbung suaranya.

Saya teringat akan orang-orang yang memiliki ratusan ribu hingga berjuta-juta follower di akun Twitternya tetapi nyaris tak ada satu pun kicauannya yang memberikan motivasi positif, bahkan tak jarang hanya berkicau tentang kejelekan rival dan pesaingnya.

Saya teringat akan para pengusaha kaya yang begitu berlimpah-ruah harta kekayaannya tetapi tidak pernah memikirkan untuk membuat sekolah benar-benar gratis untuk anak-anak miskin di sekitar tempat pembuangan sampah akhir. Jika pun kemudian mereka memikirkannya, tak jarang itu dilakukan sebagai upaya pencitraan untuk mendapatkan persepsi positif mengenai perusahaannya dan kedermawanannya.

Melihat mereka tidak memberikan pengaruh yang semestinya, membuat saya terkadang sering menangis dan meminta Tuhan menjadikan saya kaya raya dan terkenal luar biasa. Tetapi seringkali saya bertanya, mungkinkah seorang pekerja sosial seperti saya bisa kaya raya dan terkenal? Jika kekayaan dan ketenaran dijadikan sebagai sesuatu yang NANTI dan bukan SEKARANG, saya yakin itu bisa tercapai.

Ada beberapa tips menjadi kaya raya yang saya simpulkan dari artikel INI.

Pertama, menabung. Upayakan menyisihkan minimal 10 persen dari penghasilan Anda di awal. Artinya ketika terima gaji, segera sisihkan minimal 10 persen untuk tabungan. Lebih dari 10 persen bahkan jauh lebih baik.

Kedua, beli dan miliki harta produktif sebanyak mungkin. Berikut contoh harta produktif dan harta yang tidak produktif.  Contoh harta produktif adalah emas, saham, reksadana, asuransi yang memiliki manfaat investasi, franchise, gerobak jualan, atau motor yang disewakan untuk jadi ojek. Sedangkan harta tidak produktif adalah ponsel yang banyak, DVD player, home theater, TV Plasma, iPad, iPhone, baju-baju bermerk dan pelbagai barang konsumtif lainnya.

Ketiga, mengatur pengeluaran. Ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam mengatur pengeluaran.

  • Bedakan kebutuhan dan keinginan.
  • Pilihlah prioritas terlebih dahulu.
  • Ketahui cara yang baik dalam mengeluarkan uang untuk setiap pos pengeluaran. (Untuk poin ini, saya menggunakan alat bantu pengatur keuangan pribadi yang dapat diunduh di SINI atau di SINI.

Ketiga hal di atas yang selama ini coba saya lakukan untuk menjadi kaya raya. Meski belum bisa dikatakan punya uang yang berlebih, tetapi mendisiplinkan diri dengan menggunakan tiga prinsip di atas (dan prinsip-prinsip lain yang Anda bisa pelajari dari pelbagai situs yang ada), maka pelan tapi pasti saya bisa memiliki simpanan dan juga mulai melunasi beberapa utang dan cicilan. Yang pasti kaya raya itu adalah sebuah proses yang harus dicapai dengan kerja keras, disiplin dan kejujuran. Tidak ada jalan pintas untuk menjadi kaya, karena kalau ada pasti KPK akan kelimpungan mencari sel untuk para koruptor baru.

Kembali kepada pokok permasalahan dari tulisan ini yaitu kepemimpinan adalah sebuah pengaruh yang bisa dimiliki dengan memiliki kekayaan dan ketenaran. Seperti Salomo yang berdoa agar semakin kaya dan semakin tenar, sehingga lewat kekayaan dan ketenarannya ia bisa menjadi pembela bagi  orang-orang miskin dan tertindas, maka mari kita berlomba-lomba menjadi kaya dengan cara yang jujur dan berupaya terkenal dengan karya dan prestasi. Sehingga hidup yang singkat ini, niscaya bisa memberi makna bagi mereka yang membutuhkan kehadiran kita di muka bumi ini.

Selamat menjadi kaya dan terkenal.

Written by Rolan Sihombing

October 22, 2012 at 5:28 pm

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. Saling mengasihi antar sesama dan menjadikan diri kita adalah sosok keberuntungan buat orang lain adalah cara membuat kita kaya.berikan nasi bungkus (makanan) yg enak atau uang yg berjumlah (min 50rb/orang) sesering mungkin ato setiap hari.buktikan kebesaran Tuhan untuk kita.salam maha pengasih lagi maha penyayang.

    Akbar Wicaksono

    March 3, 2014 at 12:45 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: