Rolan Sihombing Dan Beranda Mimpinya

Memimpikan Esok Yang Lebih Baik Daripada Hari Ini…

Kepemimpinan Yang Digerakkan Oleh Serigala

leave a comment »

Dua hari yang lalu saya bangun kesiangan untuk pertama kalinya di kota Ruteng yang dingin ini. Hujan yang terus mengguyur Ruteng dalam seminggu ini, cukup menjadi salah satu alasan yang kuat untuk enggan beranjak turun dari tempat tidur dan tetap mencari kehangatan di balik selimut yang menutupi badan hingga kepala. Keadaan ini mengingatkan saya pada saat 2 bulan pertama berkuliah di Bandung pada tahun 1997. Rasanya sangat berat hati meninggalkan kenyamanan tempat tidur yang sangat menggoda dan menghampiri kamar mandi dan air yang dinginnya laksana kulkas.

Selain karena tingkat kemalasan saya untuk bangun dan mandi dua hari yang lalu itu, sebenarnya penyebab utama saya bangun kesiangan adalah saya tidur sangat larut. Penyebabnya adalah film The Grey yang saya tonton lewat laptop pinjaman dari kantor. Film yang cukup bagus sehingga membuat saya bisa menahan mata yang sebenarnya sudah berat untuk tetap terbelalak lebar. 

Film ini menceritakan tentang sekelompok pekerja tambang minyak di Alaska yang selamat dari kecelakaan pesawat yang sedianya bermaksud mengungsikan mereka sementara dari badai salju yang menimpa kamp mereka.  Namun di tengah perjalanan pesawat yang mereka tumpangi tidak kuasa menahan amukan badai salju yang kelewat dasyat. Hampir semua penumpang pesawat itu meninggal akibat kecelakaan tragis itu. Hanya 7 orang pekerja yang selamat dan salah satunya adalah John Ottway yang diperankan dengan apik oleh Liam Neeson.

John Ottway yang dibayar perusahaan untuk melindungi para pekerja tambang dengan memburu dan membunuhi serigala yang mengancam keselamatan pekerja tambang tersebut, akhirnya harus beradu cerdik dengan serigala-serigala lapar yang terus membuntuti dan berusaha memangsa mereka. Didesak oleh keadaan yang genting, ia pun mengambil alih peran kepemimpinan dan juga menjadi penentu keberlanjutan hidup dari 6 rekan lainnya.  Dan tulisan ini adalah sebuah refleksi kepemimpinan berdasarkan tokoh John Ottway dalam film The Grey.

Kepemimpinan selalu muncul untuk menjawab sebuah kebutuhan. Dalam kisah John Ottway, serigala-serigala lapar yang terus mengintai baik siang maupun di tengah kegelapan menjadi pemicu 7 orang yang selamat dari kecelakaan pesawat untuk harus bertahan hidup. Artinya kepemimpinan akan efektif ketika ia dibenturkan terhadap tuntutan untuk menjawab sebuah kebutuhan. Kepemimpinan yang hanya duduk diam-diam di balik kursi dan meja kepemimpinan, adalah bukan kepemimpinan yang sebenar-benarnya. Kepemimpinan seseorang barulah teruji ketika ia berjibaku dengan peliknya dan rumitnya persoalan dan tantangan yang dihadapi.

John Ottway secara jabatan dan kedudukan hanyalah seorang pegawai rendahan yang ditugaskan untuk menembaki serigala-serigala yang ingin memangsa pekerja-pekerja tambang yang sedang bertugas. Tetapi ketika diperhadapkan pada situasi mendesak dan genting, yaitu harus menyelamatkan diri dari terkaman serigala-serigala lapar,  maka ia pun muncul dan mengambil alih tugas kepemimpinan padahal di saat yang sama bahkan ada seseorang dari antara para korban yang selamat yang secara struktural lebih tinggi jabatannya daripada John Ottway.

Kepemimpinan sejati tidak ditentukan oleh jabatan, tetapi dari responnya ketika sebuah tantangan dan permasalahan harus ditanggulangi dan dipecahkan. Jika saat ini Anda sedang dihadapkan pada sebuah permasalahan yang mendesak untuk segera ditangani, dan Anda tahu bahwa Anda harus bertindak, maka segeralah bertindak. Itu artinya ada sebuah kesempatan terbuka bagi Anda untuk muncul sebagai pemimpin. Karena jika pada saat yang sama belum ada orang yang bertindak, berarti memang Anda ditakdirkan untuk menjadi seseorang yang bisa diandalkan untuk memecahkan kebuntuan tersebut. Jangan merasa kecil hati karena Anda tidak memiliki jabatan ataupun pendidikan yang memadai untuk didaulat sebagai seorang pemimpin. Munculkan saja diri Anda, dan responi dengan apa yang Anda bisa. Ini momen Anda untuk menjadi pemimpin, dan sebuah momentum tidak pernah terjadi dua kali.

Saya menyukai pernyataan Mordekhai kepada Ester dalam kitab Ester 4:14 yang berbunyi: “Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini (baca: ancaman pembinasaan orang-orang Yahudi di Persia oleh Haman) engkau beroleh kedudukan sebagai ratu.” Setiap masalah memiliki maksud dan tujuannya tersendiri, dan setiap keberadaan seseorang di tengah masalah tersebut pun memiliki keberadaannya sendiri. Ketika sebuah tantangan, masalah, persoalan dan kebutuhan mendesak muncul di tempat pekerjaan ataupun di sekitar Anda, bisa jadi itu adalah sebuah tanda bagi Anda untuk melangkah dan muncul sebagai pemimpin.

John Ottway setiap hari harus berhadapan dengan serigala, karena serigalah ia mendapatkan gajinya. Artinya ia mengenal betul serigala, dari pola berburunya hingga suara lolongan serigala. Sehingga ketika serigala-serigala yang menjadi mata pencaharian pada akhirnya menebar teror ancaman bagi keselamatan jiwanya dan 6 temannya, kepakarannya pun secara otomatis menjadi komoditas yang sangat dibutuhkan teman-temannya.

Seringkali tanpa kita sadari, hal-hal yang menjadi rutinitas kita sebenarnya merupakan sebuah tempaan untuk semakin menajamkan kualitas kita. Seringkali saya mendengarkan cerita keluhan seseorang terhadap rutinitas pekerjaannya, dan mereka cukup frustrasi menghadapi rutinitas yang membosankan itu. Bahkan tak jarang hal-hal yang menurut mereka menjemukan, menjadi alasan bagi mereka untuk keluar dan mencari pengalaman baru.

Tetapi dari John Ottway kita bisa memetik pelajaran. Rutinitasnya menembaki serigala-serigala ternyata menjadikannya pakar dalam serigalalogi. Ia jadi tahu betul seluk beluk mengenai serigala. Dan pengetahuannya itu menjadi sangat berharga ketika nyawanya dan 6 orang rekannya diincar oleh serigala-serigala buas.

Jika Anda berpikir ingin berhenti karena rutinitas yang begitu-begitu saja, pertimbangkanlah baik-baik. Jangan-jangan Anda masih harus belajar sedikit lagi menekuni rutinitas tersebut agar ketika saat-saat genting kelak Anda menjadi orang yang dibutuhkan karena hanya Anda yang ahli dalam bidang yang Anda kuasai. Jangan-jangan masih ada tembakan meleset yang Anda lesatkan, sehingga lewat rutinitas itu keterampilan Anda semakin dipertajam.

Banyak hal menarik terkait kepemimpinan yang bisa disimpulkan dari film The Grey. Jika Anda berkesempatan menontonnya, petiklah sebanyak-banyaknya inspirasi-inspirasi kepemimpinan yang lainnya. Dan bagikanlah kepada teman-teman ataupun pembaca-pembaca blog Anda. Dan bagikan juga kepada saya.

Kepemimpinan bukanlah jabatan, tetapi respon terhadap sebuah kebutuhan mendesak yang hanya bisa dipecahkan dengan menggunakan keahlian yang dimiliki oleh sang pemimpin tersebut.

Berita baiknya, Anda semua adalah pemimpin. Dan masyarakat sekitar Anda membutuhkan kepemimpinan Anda.

Selamat memimpin.

Written by Rolan Sihombing

October 17, 2012 at 4:03 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: