Rolan Sihombing Dan Beranda Mimpinya

Memimpikan Esok Yang Lebih Baik Daripada Hari Ini…

Jika Ingin Dianggap Cerdas, Diamlah!

leave a comment »

Pasti para pembaca pernah berjumpa orang yang gemar bicara, bahkan setiap kali ia berbicara ia akan bercerita panjang lebar dari A hingga Z mengenai apa pun. Ia bisa mulai berbicara mengenai isu politik terkini hingga bisa berakhir sampai mengenai anjingnya yang keracunan. Tidak jarang ia akan kembali mengulang apa yang sudah ia bicarakan di awal, dan itu bisa dilakukan berkali-kali dalam satu kesempatan bicara.

Menghadapi orang seperti ini dibutuhkan kegesitan yang luar biasa dalam menyudahi pembicaraannya. Kesempatan paling baik agar orang seperti ini berhenti bicara adalah memotong pembicaraannya tepat ketika ia menarik nafas saat berbicara. Karena jika saat ia menarik nafas, kita tidak memotong pembicaraannya maka sudah dapat dipastikan ia akan melanjutkan pembicaraannya. Dan lebih menyebalkan adalah jika ia mengulangi lagi hal yang sudah ia bicarakan.

Saya pernah terbersit untuk memukul seseorang yang bertipe seperti ini ketika ia bicara. Tetapi kemudian jika saya memukulnya sekalipun, saya yakin ia tidak akan berhenti dan malahan akan membicarakan panjang lebar dari mempertanyakan alasan saya memukulnya sampai bisa jadi membicarakan isu perlindungan anak terkait tindak kekerasan yang saya baru lakukan padanya.

Lebih baik jika suatu saat pembaca menemui orang seperti ini, menghindarlah sedini mungkin.  Jika kemudian sudah terjebak dengan orang seperti ini, sigaplah menangkap momen ketika orang seperti ini mengambil nafas. Langsung potong pembicaraannya. Atau jika memang sudah tidak betah dengan siksaan itu, segeralah mencari segudang alasan untuk meninggalkan dia.

Tetapi jika ia juga lebih cerdik dan memang sulit dihentikan, cobalah untuk menelpon ponsel Anda dengan ponsel Anda yang lain. Pastikan terlebih dahulu ponsel Anda tidak dalam moda sunyi. Sehingga ketika ponsel Anda berdering, Anda bisa segera meninggalkan orang tersebut dengan dalih ingin menjawab panggilan telepon fiktif tersebut. Taktik ini masih lebih sopan ketimbang Anda memukulnya. Taktik ini juga lebih ampuh daripada menunggu helaan nafasnya yang ternyata kemudian tidak kunjung tiba. Mungkin orang yang menjadi lawan bicara Anda memiliki mutasi genetika sehingga bisa berbicara panjang tanpa bernafas.Taktik ini pun masih lebih pintar ketimbang Anda melakukan hara kiri hanya sekedar memberitahukan lawan bicara Anda betapa tersiksanya Anda.

“Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak,” demikian nasehat bijak seorang Raja yang tersohor, Salomo atau Sulaiman. Ketika kita memilih untuk bijak dalam berkata-kata atau hanya berbicara ketika kita diminta berbicara, maka menurut Salomo atau Sulaiman maka kita akan terlihat semahal apel emas yang ada di pinggan perak. Kita akan sangat berkelas ketika kita berkata-kata tepat pada waktunya kita harus berkata. Dengan kata lain jika ingin dianggap cerdas, lebih baik diam dan hanya berbicara di saat kita harus berbicara.

Jadi apakah Anda ingin dianggap seorang yang cerdas, atau bodoh dan menjengkelkan? Jika Anda ingin dinilai sebagai orang cerdas, tutup mulut Anda. Diamlah!

 

 

 

Written by Rolan Sihombing

October 5, 2012 at 3:52 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: