Rolan Sihombing Dan Beranda Mimpinya

Memimpikan Esok Yang Lebih Baik Daripada Hari Ini…

35 Hal Yang Saya Syukuri Hari Ini

with 7 comments

Hari ini, saya genap berusia 35 tahun. Sebuah usia yang cukup tua bagi saya yang sebenarnya masih sangat berjiwa remaja. Konon menurut Mama tercinta, saya dilahirkan beberapa saat sebelum kumandang adzan Subuh pada hari Rabu di sebuah rumah sakit sederhana dan satu-satunya di Pontianak kala itu. Konon juga ketika saya lahir, anjing-anjing di sekitar rumah tak henti-hentinya melolong sehingga bulu kuduk siapa pun akan berdiri kala itu. Bahkan percaya atau tidak, tetangga dan kerabat yang menemani Mama saya di rumah kami di Pontianak, mendengar suara cekikikan tante kunti; dan juga ada yang melihat sosok wanita berambut panjang dan bergaun putih berjalan melayang di samping rumah. Mengerikan ya?

Tetapi tulisan ini bukanlah tentang hal-hal klenik seperti kuntilanak dan sebagainya. Tulisan ini adalah daftar 35 hal, sesuai jumlah umur saya, yang saya syukuri sampai saat ini.

Berikut 35 hal yang saya syukuri hari ini:

1. Saya bersyukur dibesarkan oleh almarhum Bapak dan Mama tercinta. Mereka adalah orangtua terbaik bagi hidup saya. Bapak adalah seorang putra Tapanuli yang tegas, cerdas, jujur, sedikit bicara dan banyak bekerja. Sedang Mama adalah wanita sederhana yang penuh dengan kesabaran, berjiwa pengampun, kreatif, tidak banyak menuntut, dan berjiwa melayani yang sangat tinggi.

2. Saya bersyukur memiliki seorang kakak, dan dua orang adik, yang semuanya perempuan. Meski salah satu dari kami sudah pergi mendahului, tetapi mereka semua adalah wanita-wanita hebat yang saya kagumi, cintai, dan bahkan saya hormati. Mery, Nana, Lani adalah insan-insan yang Bapak pesankan beberapa jam sebelum ia meninggal untuk saya jaga dan lindungi.

3. Saya bersyukur tumbuh di keluarga kelas pekerja yang sederhana. Saya belajar mengenai etos kerja dari almarhum Bapak yang bekerja dengan jujur, tekun, dan penuh dedikasi sebagai pegawai negeri.

4. Saya bersyukur memiliki orangtua yang berusaha mengenali bakat dan talenta saya. Agar sifat pemalu saya berkurang, Bapak dan Mama mendaftarkan saya di sebuah sekolah sepakbola. Bahkan kemudian mereka membiayai kursus organ yang biaya bulanannya tidaklah murah.

5. Saya bersyukur bisa mengenyam pendidikan dasar dan menengah yang terbaik. SD dan SMP saya habiskan di sebuah sekolah Katolik yang juga biaya SPPnya cukup mahal untuk pegawai negeri golongan 3 kala itu.

6. Saya bersyukur memiliki sahabat-sahabat sejak SD, SMP, dan juga SMU yang sampai hari ini masih kerap menyapa meskipun hanya lewat pesan singkat ataupun chat.

7. Saya bersyukur bisa jatuh cinta pada pandangan pertama dengan seorang adik kelas di SMP Budhaya. Meski hanya cinta monyet, tetapi karena dia saya menemukan bakat saya yang lain, yaitu menciptakan lagu. Sekarang dia sudah menjadi Neurolog di sebuah klinik di Jakarta, memiliki dua orang anak yang mewarisi mata indahnya, dan hidup bahagia dengan suaminya yang berprofesi sebagai ahli bedah.

8. Saya bersyukur mengalami kecelakaan di lapangan sepakbola akibat tackling keras dari seorang teman satu tim. Meski akibat tacklingnya saya pun menderita kecacatan dan menjadi pincang serta mengubur mimpi menjadi pemain sepakbola.

9. Saya bersyukur dengan semua hinaan dan ejekan dari teman-teman di sekolah yang kerap kali menjuluki saya Si Pincang dari Gua Hantu. Dari ejekan itu saya belajar tentang arti sejati dari kepercayaan diri.

10. Saya bersyukur menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat saya secara pribadi pada usia 14 tahun. Bahkan dalam sebuah ibadah Minggu, IA melukiskan sebuah benua dalam hati untuk saya kunjungi kelak.

11. Saya bersyukur pernah menjadi orang panggung saat SMU dengan menjadi Rapper dan mengisi suara bass dalam grup acapella.

12. Meski menyedihkan, saya bersyukur Tuhan mengizinkan Bapak stroke, lumpuh dan kemudian meninggal 6 hari sebelum ulangtahun saya ke 18. Air mata tak henti-hentinya mengalir sejak saat itu, tetapi semuanya mendatangkan kebaikan dalam kehidupan kami sebagai keluarga. Kami belajar dari kehilangan untuk selalu menjadi orang yang dirindukan dalam hidup orang-orang yang Tuhan tempatkan di sekitar kami. Saya yakin Bapak bahagia di surga, dan suatu hari nanti saya akan bertemu dengannya lagi. I miss you, Dad.

13. Saya bersyukur pernah mengisi suara Yesus dan tokoh penjahat dalam sebuah drama Natal di sebuah persekutuan pemuda di Jakarta. Pengalaman itu begitu membekas sehingga saya ketagihan ingin menulis drama.

14. Saya bersyukur mengalami infeksi akut di tulang panggul yang patah saat kecelakaan sepakbola dulu. Meski saya harus dioperasi, tetapi peristiwa ini merubah arah kehidupan saya.

15. Saya bersyukur atas jawaban nazar saya oleh Tuhan dengan memulihkan kondisi kaki setelah operasi. Saya bernazar jika sebelum EBTA saya sudah bisa menggunakan 1 tongkat, maka saya akan menyerahkan masa depan dan impian pribadi saya.

16. Saya bersyukur atas keputusan saya menolak PMDK dari SMU dan memilih sekolah teologi ketimbang IPB Bogor.

17. Saya bersyukur masuk sekolah teologi di Bandung. Di sana saya bertemu dosen-dosen hebat seperti Pak Ery, Pak Amos, Pak Aripin, Pak Dwi, Ko Ricky, Pak Edy Ginting, Pak Yopie Rattu, dan lain-lain. Terima kasih Bapak dan Ibu dosen.

18. Saya bersyukur menjumpai seorang gadis di lobi gereja yang sedang bermain bola. She’s so pretty, smart, cheerful. Kehadirannya selama 8 tahun benar-benar membukakan pintu-pintu keajaiban yang lain dalam hidup saya. I always love her…

19. Saya bersyukur diskors oleh ketua sinode yang sebenarnya saya kagumi. Meski ia menyatakan dengan terang benderang bahwa ia tidak peduli akan saya sekalipun saya merintis gereja setan; dan juga mengatakan orang seperti saya tidak dibutuhkan oleh organisasinya. Kejadian ini melecut tekad saya untuk jadi pemimpin yang baik jika suatu hari nanti dipercaya menjadi pemimpin.

20. Saya bersyukur difitnah membawa lari uang tim oleh teman satu tim pelayanan. Meski mereka menudingkan jari mereka dan mengatakan saya “pemimpin taik dan anjing” saya tetap menganggap mereka saudara saya dalam Tuhan.

21. Saya bersyukur pernah jadi kenek angkot di Pekanbaru dan pernah merasakan kelaparan karena 3 hari tidak mampu membeli makanan.

22. Saya bersyukur pernah jadi pemain kibor di mal-mal yang ada di Jakarta. Meski kerap kali saat bertugas saya hanya bisa memainkan lagu-lagu gereja, saya bersyukur karena belajar sulitnya menjual produk dan memenangkan hati calon konsumen.

23. Saya bersyukur pernah kerja tanpa gaji di sebuah perusahaan indeks berjangka di daerah Kelapa Gading.

24. Saya bersyukur atas keputusan saya mengulang kuliah lagi dari semester 5 meski saya cukup menulis skripsi. Ini mengajarkan saya untuk tidak sombong meski senior secara pengetahuan.

25. Saya bersyukur dipercaya oleh orang-orang baik seperti Timbul Kristiawan untuk kembali melayani di mimbar gereja dan diberi kesempatan untuk menulis artikel di warta jemaat. Tanpa dia, saya tidak akan menemukan hasrat saya untuk menulis. Terima kasih juga untuk Ko Yayang yang mempercayakan Sumedang, dan roadshow sebuah drama musikal The Story of Zack.

26. Saya bersyukur lagi untuk wanita hebat yang menemani masa-masa kreatif saya di KFC Jln. Riau Bandung, dan juga Dunkin Donuts di Dalem Kaum dan Buah Batu. Jenggo, Alegrous, Tuan Muka Cemberut, Gabusa, dan karakter-karakter drama yang lain lahir di tempat-tempat itu bersama dia.

27. Saya bersyukur seorang sahabat, Mangandang Naibaho menginformasikan sebuah lowongan di Compassion yang kemudian menjadi dermaga cinta saya kepada orang miskin, anak-anak, dan masyarakat tertindas. Di tempat itu juga saya mengenal Pak Billy yang sangat saya hormati, dan orang-orang hebat lainnya yang berjuang tanpa lelah dan pamrih untuk membangun Indonesia.

28. Saya bersyukur bisa belajar dari pendekar-pendekar kemanusiaan di Bali, Medan, Kisaran, dan Tanjung Balai. Saya kagum dengan orang-orang seperti Ibu Ati Caroline, Pak Antara, Ibu Mispa, Pak Puspa, Pak Kadek Artayasa, Purnama, Pak Lukius, Dessy, Markus Arimbawa, Pak Nurnya, Erni, Ibu Dina, Yusia, Yustina, Pak Nyoman, Pak Filipus, Pak Natanael, Ibu Mariana, Ratna, Revan, Vanro, Sassy, Pak Eko, Pak Olimpas, Ali Saor, Yarman Gulo, Anita Sitohang, Ruth, Mikha, Marlina, Semri, Hero Joshua, Debby, Krisman Siregar, Ibu Espina, Juliana, Ibu Vero, Rudianto Sitorus, Lies Hasugian, Juniar dan orang-orang hebat lainnya. *Maaf panjang banget daftar orang-orangnya.*

29. Saya bersyukur bisa diberi kesempatan membuat sebuah acara TV, Kanaba Kanabi Show. Saya bertemu juga dengan orang-orang hebat seperti Pak Bayu, Bu Lanny, Pak Daniel, Pak Bram Absalom, Pak Petrus Kasmin, Pak Chris, Pak Amran, Ibu Helen, Pak Leo, Pak Didonk, dan bahkan seorang idola saya Richard Buntario.

30. Saya bersyukur karena sempat merasakan sulitnya mencari pekerjaan dan hidup sangat pas-pasan.

31. Saya bersyukur Tuhan memberikan sebuah rumah di Desa Burangkeng. Meski sederhana, tapi itu rumah kami sendiri.

32. Saya bersyukur dititipkan Tuhan 7 keponakan yang hebat-hebat dan istimewa. Ezra, Erin, Dira, Joanna, Jonathan, Jossy, dan Joddy adalah permata hati Tulang sampai nanti Tulang jadi kakek-kakek.

33. Saya bersyukur kakak dan adik bungsuku dicintai pria-pria terbaik yang saya kenal, Pikjen Purba dan Setiawan Wahyuraharjo. Semoga rumah tangga kakak dan adik tercinta selalu dipenuhi sukacita yang berlimpah dari surga. I love you all.

34. Saya bersyukur atas sebuah cerita baru yang Tuhan torehkan dalam hidup saya melalui Wahana Visi Indonesia. Semoga waktu saya yang hanya singkat di Ruteng, bisa membekaskan jejak-jejak yang baik demi anak-anak Ruteng, dan demi Indonesia.

35. Saya bersyukur akhirnya sudah poin yang ke 35 (Fiuuuhhh). Artinya, saya bersyukur hari ini saya genap berusia 35 tahun.

Semoga kita semua bisa mensyukuri semua hal yang terjadi dalam hidup kita.

Ruteng, 21 September 2012.

Written by Rolan Sihombing

September 21, 2012 at 8:39 am

7 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Dan saya bersyukur membaca tulisan bang rolan hari ini …. amin

    nareswara

    September 21, 2012 at 11:32 am

  2. Makasih Bung… Kita bersyukur bukan karena bahagia, tetapi kita akan bahagia ketika bersyukur.

    Salam sukses selalu…

    Rolan Sihombing

    September 21, 2012 at 11:39 am

  3. saya bersyukur karna saya bisa bernyanyi dengan di iringi permainan musik oleh orang yang sangat luar biasa ini … walau hanya sebentar kami bisa bekerja sama tapi secara pribadi aku sangan t merindukan saat2 itu … saat dimana banyak orang dengan bersatu hati memuji dan meninggikan Tuhan dengan segala talenta yang kami miliki …. bersyukur bisa kenal dengan Rolan Sihombing . . . Tuhan berkati bang .

    Hamonangan Sihombing

    September 21, 2012 at 5:04 pm

  4. mauliate saudaraku…sy pun senang bisa mengiringi suaramu, dan semoga suatu hari nanti suara itu akan membahana ke seluruh negeri. tidak ada yang terlalu mustahil buat Tuhan…🙂

    Rolan Sihombing

    September 25, 2012 at 2:20 pm

  5. saya bersyukur dapat mengenal Pak Rolan..dengan ide yang cemerlang untuk anak-anak…ada banyak mimpi untuk anak-anak di Tanjungbalai. Saya bersyukur dari Pak Rolan saya dapat ide, one day, kami akan kunjungan ke Bali untuk belajar bagaimana berwirausaha seperti PPA yang ada di Bali….

    Vero

    October 12, 2012 at 11:41 am

  6. Saya bersyukur bisa belajar banyak dari seorang pembela anak seperti Ibu Vero. Meski hanya sebentar berinteraksi tetapi saya tahu ada rencana Tuhan yang jauh lebih besar di balik pertemanan kita di ladangNya di Tanjung Balai. Saya yakin ketika Yesus menempati tempat yang terutama di hidup Ibu Vero, maka Ia akan membawa Ibu ke tempat-tempat lain yang tidak pernah Ibu bayangkan sebelumnya. Sehingga namaNya pun kelak akan makin dikenal melalui buah karya Ibu Vero.

    Doa saya selalu bersama Ibu, dan teman-teman lain di Cluster Excellence. GBU always

    Rolan Sihombing

    October 15, 2012 at 8:43 am

  7. Salam Berkat ! Ada sukacita berdoa bagimu hari ini supaya kamu diberi anugerah untuk dapat bersyukur kepada Tuhan atas apa yg telah Dia lakukan bagimu sejak awal hidupmu sampai sekarang.

    Pagi ini saya begitu diberkati oleh tulisan sahabat saya yang berjudul “35 hal yang saya syukuri.” yg cukup lama tersimpan di blackberry saya dan baru saya baca kembali. Meskipun saya tidak memiliki kesempatan mengenal sahabat ini lebih dekat, saya merasakan “Hati yg Bersyukur” yg keluar dari tulisan ini, dan saya sangat bangga mengenal dia….

    Yang saya belajar dari tulisan ini, 35 hal yang dia tuliskan tidak lah selalu menjadi “hari baik”… Bahkan menurut saya sebagian besar adalah “hari buruk”.. Namun sahabat ini mampu melihat hal yang “baik” dari hal yang “buruk”. Ahh, pasti dia mengenal Tuhannya dengan sangat baik dan begitu mengasihiNya sehingga dia percaya “Tuhan turut bekerja dalam segala perkara untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihiNya dan dipanggil dalam rencanaNya.”

    Teman, saya tidak tahu apa pikiran kamu, tetap bagi saya, adalah keputusan saya hari ini untuk mengikuti jejak sahabat ini, mencatat setiap hal yang aku alami dan menemukan Kasih dan Kesetiaan Tuhan di setiap Musim dan Situasi dalam hidupku..

    Selalu dalam Nama Yesus, Amin (roma 8:28)

    bayu soepono

    October 20, 2012 at 7:35 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: