Rolan Sihombing Dan Beranda Mimpinya

Memimpikan Esok Yang Lebih Baik Daripada Hari Ini…

Uang Korupsi Di Rumah Tuhan

leave a comment »

Alkisah dua orang pendeta yang juga sahabat lama, bertemu dalam sebuah acara rapat bersama dengan jajaran pimpinan sinode yang menaungi kedua pendeta tersebut. Sebut saja Pendeta A, dan Pendeta B. Kedua hamba Tuhan ini pun berbincang-bincang mengenai pelbagai hal.

Pendeta A: Brur, gimana kabar? Makin gemuk aja?

Pendeta B: Kabar baik, brur. Iya nih kita makin gemuk karena sering diundang makan oleh jemaat.

Pendeta A: Wah berarti jemaatnya makin banyak ya?

Pendeta B: Gak terlalu sih brur, tapi banyak jemaat kelas kakap dari gereja lain pindah ke gereja saya. Mereka cari khotbah yang lucu. Hahaha!!

Pendeta A: Waduh, saya berarti harus sering melucu ya supaya jemaat tambah banyak.

Pendeta B: Tenang brur, sekarang banyak kok pendeta lucu yang bisa diundang. Ini kartu-kartu nama mereka. Telepon aja mereka. Paling 3 juta satu kali ibadah.

Pendeta A: Oke. Terimakasih ya teman buat tipsnya. Kayaknya Brur ini memang benar-benar diberkati Tuhan ya. Jam tangan Rolex, emas lagi. Ipad terbaru di tangan. Itu telepon genggam sampai gak terhitung. Pake mobil apa sekarang?

Pendeta B: Alphard brur. Biasalah pemberian jemaat. Kepala Kantor Pajak dia. Kalo barang-barang yang lain ya juga pemberian jemaat. Ada yang pengusaha roti, hakim, developer, anggota DPRD. Ini salah satu politikus yang mau mencalonkan jadi wakil walikota mau kasih rumah. Nanti sebagian rumahnya mau saya bikinkan panti rehabilitasi, jadi anak-anak yang terkena narkotika itu dirawat di sana dengan perawatan kelas satu.

Pendeta A: Aku iri dengan brur. Gerejaku jemaatnya gak sampai 100 orang. Rata-rata janda lagi. Jadi perpuluhannya pun sedikit. Kenalkanlah dengan salah satu jemaat kakap di gereja kau. Biar bisa sering ke Israel nih.

Pendeta B: Tidak bisa brur. Kalau mereka pergi, berkurang pula kan upeti untukku hahahaha. Tolong titipkan pesanku kepada sekretaris sinode ya, aku harus pulang duluan. Harus menemani pak calon walikota main golf ini. Oke brur?

Kemudian takdir berkata lain. Pendeta B seusai bermain golf mendadak terkena serangan jantung di kamar mandi tempat ia bermain golf dengan jemaatnya yang calon wakil walikota.

Sedangkan Pendeta A seusai menghadiri acara rapat sinode, tewas karena kecelakaan. Motor yang ia kendarai diserempet sebuah truk tronton, sehingga ia lepas kendali dan kemudian tertabrak sebuah mobil yang berada di belakang motornya.

Di depan pintu surga, kedua sahabat ini pun kembali bertemu.

Pendeta A: Eh brur, kau kok di sini. Meninggal kapan? Karena apa?

Pendeta B: Tadi seusai main golf aku kena serangan jantung. Sepertinya karena tongseng kambing yang aku makan sebelum main golf. Kau sendiri, kok bisa ada di sini?

Pendeta A: Aku apes brur. Motorku diserempet truk tronton. Aku jatuh lalu sebuah mobil yang di belakangku pun lantas menabrakku. Ssst…ada malaikat tuh!

Kemudian di hadapan mereka, berdirilah seorang malaikat yang memegang sebuah kitab besar di tangannya.

Malaikat: Pendeta A. Hari ini kau meninggal karena kecelakaan lalu lintas. Benar demikian?

Pendeta A: Benar Pak Malaikat.

Malaikat: Sepertinya kau tidak keberatan dengan peristiwa tewasmu?

Pendeta A: Tidak Pak Malaikat. Aku pelayan Tuhan dan aku siap meninggalkan kefanaan dunia kapan saja. Karena aku akan bertemu Tuhan yang kulayani di Surga yang kekal.

Malaikat: Tetapi di daftar yang kupegang, kau tidak akan masuk Surga. Kau harus ke neraka.

Pendeta A: Lho kok bisa begitu? Aku ini hidup sederhana, melayani Tuhan sejak muda. Aku tidak pernah selingkuh dengan wanita lain. Aku ingin masuk Surga.

Malaikat: Kapan terakhir kali kau mengunjungi janda-janda yang jadi jemaatmu?

Pendeta A diam membisu.

Malaikat: Ya kau tidak pernah mengunjungi mereka bukan. Yang kau lakukan adalah selalu berkeluh kesah mengapa gerejamu penuh dengan janda dan anak yatim. Kau tidak pernah dengan sungguh-sungguh menyampaikan khotbah di hari Minggu. Karena kau sering beranggapan jika jemaatmu yang janda itu tidak memahami isi khotbahmu. Dan untuk kau ketahui, hatimu itu penuh dengan iri hati atas harta benda yang dimiliki teman yang di sebelahmu itu.

Pendeta A: Tapi malaikat, aku tidak seserakah dia?

Malaikat: Tidak ada tapi! Sekarang pergilah ke tempat seharusnya kau berada, neraka!!!

Dalam sekejap pendeta A sudah lenyap dari pandangan malaikat dan Pendeta B. Sekarang giliran Pendeta B mempertanggungjawabkan semua perbuatan hidupnya.

Malaikat: Pendeta B, kau tidak keberatan sudah dipanggil Tuhan saat ini?

Pendeta B: Sebenarnya sih agak sedikit keberatan, Pak Malaikat. Soalnya banyak sekali pelayanan dan aktivitas yang aku tinggalkan sekarang. Belum lagi pembangunan gedung gereja masih jauh dari rampung. Aku khawatir semua pelayanan yang sudah kubangun susah payah, akan berantakan sepeninggalanku.

Malaikat: Gerejamu bertumbuh ya?

Pendeta B: Benar Pak Malaikat. Sekarang 5000 jemaat yang aku gembalakan.

Malaikat: Gedung ibadah yang kau bangun megah ya?

Pendeta B: Megah banget Pak Malaikat. Apalagi kalau sudah rampung semuanya, bisa menampung 8000 orang, dan akan jadi gereja terbesar di kota.

Malaikat: Apakah kau tahu darimana uang untuk pembangunan berasal?

Pendeta B: Aku sih tidak terlalu mempermasalahkan asalnya, yang penting jemaat memberikannya dengan sukarela untuk pekerjaan Tuhan.

Malaikat: Kau bohong! Kau tahu semua uang itu adalah uang tidak halal. Hasil korupsi, hasil penggelapan pajak, hasil pencucian uang. Dan kau gunakan uang itu untuk membangun kebesaranmu dengan mengatasnamakan kebesaran Tuhan. Kau ingin jadi hebat, dengan merendahkan Sang Pencipta Langit Bumi.

Pendeta B terdiam.

Malaikat: Sekarang pergi ke neraka tempat dirimu seharusnya berada!!!

*TAMAT*

Ini hanya cerita fiktif dan rekaan. Jika ada kesamaan kisah dan tokoh, harap bertobat!

Written by Rolan Sihombing

July 14, 2012 at 6:34 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: