Rolan Sihombing Dan Beranda Mimpinya

Memimpikan Esok Yang Lebih Baik Daripada Hari Ini…

Antara Jokowi, Timnas Jerman Euro 2012, Dan Menaklukkan Calon Mertua

leave a comment »

Hampir semua media elektronik dan cetak selama dua hari ini membahas mengenai kemenangan Jokowi-Ahok secara meyakinkan terhadap Foke-Nara dalam Pemilukada yang berlangsung 11 Juli 2012. Beberapa pakar politik menyatakan kemenangan Jokowi-Ahok merupakan bentuk perlawanan rakyat terhadap kekuatan politik dan penguasa. Ada juga yang menyatakan bahwa kemenangan ini menunjukkan kualitas dan kompetensi Jokowi-Ahok yang memang sudah membuktikan prestasinya selama menjadi pemimpin di daerah asalnya.

Semua orang dari pelbagai kalangan rasanya sedang memuja-muja Jokowi-Ahok. Sepertinya pun kemenangan di putaran kedua sudah terlihat di pelupuk mata. Bravo! Selamat!

Tunggu dulu teman! Jangan senang dulu. Di balik euforia selalu tersimpan bencana yang memalukan.

Inilah yang dialami Timnas Jerman, ketika euforia dan kepercayaan diri yang berlebih ternyata kemudian berbalik menjadi kekalahan yang tragis oleh Timnas Italia pada babak semifinal di perhelatan Euro 2012 yang baru saja usai. Dalam fase kualifikasi, Timnas Jerman meraih hasil sempurna. Bahkan saat melakoni laga ujicoba, Tim Panser berhasil mengalahkan lawan-lawannya termasuk Brazil. Dan sebelum melenggang ke babak perempat final, tim yang dikomandani Philip Lahm berhasil meraih poin sempurna di Grup “Neraka” yang dihuni Belanda, Portugal, dan Denmark.

Oliver Bierhoff, legenda sepakbola Jerman, menilai Jerman tersingkir di babak empat besar akibat arogansinya.

”Kami harus hati-hati untuk tidak menunjukkan arogansi apapun,” kata Bierhoff seperti dikutip Goal. ”Enam pekan sebelum turnamen, segalanya terasa berjalan sempurna. Ada kebanggaan pada dinamisme, kepemimpinan dan kekuatan kami. Itu mungkin membuat kami menjadi besar kepala,” katanya lebih lanjut.

Sepakbola dan politik memang dua entitas yang berbeda, tetapi rasa optimisme yang berlebihan sudah terbukti sering menjadi bumerang, baik di lapangan hijau maupun di dunia politik. Foke-Nara pun bisa dikatakan termakan oleh optimismenya yang berlebihan untuk memenangkan Pemilukada dalam satu putaran. Terbukti hasil yang ia peroleh saat ini bertolak belakang dengan hasil lembaga survey yang “dibayarinya.”

Agar kegagalan Jerman dan juga kegagalan Foke-Nara tidak terulang, Jokowi-Ahok harus mengusung strategi baru tanpa meninggalkan strategi yang sudah diusung sebelum pencoblosan tempo hari. Foke-Nara pasti akan meniru strategi Jokowi-Ahok, apalagi media elektronik dan cetak pun sekarang banyak melansir topik tentang rahasia kesuksesan Jokowi-Ahok. Tidak tertutup kemungkinan pula jika kemudian Foke-Nara pun tidak bermain secara fair play demi meraih kemenangan di putaran kedua. Sebelum pencoblosan kemarin saja anggaran iklan Pemda DKI melonjak tajam karena “dimanfaatkan” sebagai media kampanye Foke-Nara, terlebih pada saat jelang putaran kedua nanti. Pasti beliau akan menggunakan segala cara dan mengerahkan semua kekuatannya sebagai incumbant.

Dalam hemat saya sebagai laki-laki jomblo yang kebetulan suka mengamati politik, Jokowi-Ahok harus lebih gamblang menjual prestasi masa lampau dan rencana kongkritnya untuk Jakarta jika kelak mereka menjabat. Untuk menggerakkan para golput, Jokowi-Ahok harus semakin jualan program yang lebih kongkrit. Karena para golput ini selain orang-orang yang apatis dengan kondisi politik, tetapi juga merupakan orang-orang yang belum bisa memutuskan hak suaranya akan dikemanakan.

Jika diibaratkan para golput ini adalah calon mertua, maka Jokowi-Ahok harus meyakinkan calon mertuanya mengapa Jakarta harus dipercayakan kepada calon mempelai pria, Jokowi-Ahok. Percayalah dalam hal ini, saya sudah terbukti gagal. Buktinya saya masih JOMBLO.

Berikut beberapa kegagalan saya dalam membuktikan kompetensi diri kepada para mantan calon mertua.

Pertama, saya tidak menunjukkan kapasitas finansial yang mumpuni. Sama seperti dunia politik yang berbiaya tinggi, dunia percintaan pun membutuhkan biaya yang tinggi. Orangtua mana yang tidak menginginkan anak perempuannya dapat hidup mapan dengan pria yang mencintai anaknya. Saya pun jika suatu hari nanti jadi orangtua, pasti menginginkan hal yang sama. Bukan berarti jika Anda miskin lalu peluang untuk menikah tertutup untuk Anda. Tetapi percayalah perencanaan keuangan dan pengelolaan keuangan yang baik merupakan portofolio yang bisa membuat calon mertua ikhlas menyerahkan anaknya kepada Anda.

Dalam dua hal itu saya bisa dikatakan jeblok. Bayangkan sampai seusia ini, saya belum memiliki investasi dalam bentuk properti, saham, ataupun barang-barang berharga yang lain. Tanpa bermaksud menyalahkan situasi dalam kehidupan saya, pelbagai kesulitan finansial yang dihadapi keluarga dan saya cukup mengganjal saya untuk berinvestasi. Gaji yang saya terima dulu pun tidak seberapa, ditambah beban hidup yang juga tidak sedikit sehingga uang yang ada memang praktis hanya untuk kebutuhan hidup dan bukannya membangun aset.

Demikian pula dalam pengelolaan keuangan. Dalam perjalanan pengelolaaan keuangan saya, uang yang saya keluarkan setiap bulan banyak habis untuk membeli buku. Sebagian ada di lemari besar yang ada di rumah, sebagian ada di kontainer plastik yang masih tertinggal di Bandung, dan sebagian lagi dipinjam oleh teman-teman yang keberadaannya sekarang juga tidak jelas rimbanya. Nyaris setiap minggu saya membeli buku, dan tidak sedikit buku yang saya beli itu harganya cukup tinggi. Tapi buat apa juga menyesali keputusan pembelian buku yang sudah terjadi toh?

Tapi apa yang saya alami, tidak perlu Anda alami pula. Mulailah membangun aset mulai hari ini. Sisihkan sebagian penghasilan Anda untuk berinvestasi di emas, saham, ataupun tanah. Tahan sedikit nafsu belanja Anda terhadap gadget mutakhir, buku, kamera, arloji, parfum, dan barang-barang konsumtif lainnya. Semakin besar aset yang Anda miliki, semakin besar peluang Anda untuk mengakhiri status JOMBLO Anda. Aset yang Anda miliki pun merupakan portofolio yang sangat valid untuk menunjukkan kepada calon mertua kalau Anda memiliki kemampuan pengelolaan keuangan yang yahud.

Kedua, saya tidak menggambarkan dengan jelas masa depan saya seperti apa. Suatu kali saya memberanikan diri menelepon orangtua dari gadis yang saya suka, dan saya utarakan keinginan saya untuk menjalani hubungan yang serius dengan anaknya. Tetapi dalam kesempatan itu saya tidak bisa menjelaskan dimana saya akan berada dengan profesi saya yang berlatarbelakang ilmu teologi. Saya menyatakan waktu itu, bahkan saya pun tidak tahu saya akan berada di kota mana, dan pekerjaan/pelayanan apa yang akan saya geluti kelak. Mendengar ketidakjelasan masa depan saya, tentu saja orangtua gadis yang saya cintai langsung menyatakan keberatannya secara “halus.”

Sob, penting sekali memiliki gambaran yang jelas tentang masa depan Anda. Bukan berarti Anda harus menduduki jabatan CEO baru kemudian memberanikan diri menikah. Tidak. Tetapi utarakanlah dengan gamblang passion Anda, apa yang akan Anda lakukan di hari tua Anda, dan juga mimpi Anda terhadap diri Anda sendiri. Ketika Anda bisa menggambarkan masa depan Anda dengan jelas, tentu saja calon mertua akan luluh dan dengan sukacita menyerahkan anaknya di dalam tangan Anda.

Memang sangatlah betul jika kita tidak boleh melihat keberadaan seseorang hari ini dan tidak mencoba melihat akan jadi apa orang tersebut di masa yang akan datang. Tetapi percayalah, jika Anda sendiri tidak jelas mau berjalan kemana, bagaimana mungkin Anda akan mendapatkan teman yang mengiringi perjalanan Anda dengan sukarela?

Ketiga, saya gagal menunjukkan perubahan yang dialami pacar ketika bersama saya. Ini salah satu yang penting sob. Masa pacaran dan penjajakan bukan hanya soal perasaan berbunga-bunga antara diri Anda dengan pasangan Anda. Tetapi yang paling penting adalah perubahan apa yang ditimbulkan dari hubungan tersebut. Ingat sob, orangtua pacar kita itu pengamat yang super luar biasa. Karena mereka sangat mengenal anaknya, maka dari itu setitik perubahan kecil yang terjadi pada anaknya akan menjadi kepedulian mereka.

Masa pacaran seharusnya menjadi masa-masa dimana Anda menghadirkan senyum dan tawa kepada pasangan Anda, dan bukannya airmata dan kegalauan akut. Orangtua mana yang tidak akan hancur hatinya jika melihat anak yang ia cintai menangis meraung-raung karena sakit hati yang Anda timbulkan sebagai pacar? Semua orangtua pasti akan hancur hati. Namun sebaliknya ketika pacar kita selalu bahagia menceritakan pada orangtuanya tentang kebaikan Anda, betapa romantisnya Anda, betapa pedulinya Anda pada hal-hal yang kecil, maka orangtua itu pun akan tersenyum tersipu-sipu mendengarnya. Dan bisa jadi di dalam kamarnya mereka akan berdoa mensyukuri kehadiran Anda dalam hidup anaknya.

Sob, kemampuan Anda sebagai suami atau istri bagi pasangan Anda di masa yang akan datang, bisa terlihat dengan jelas saat Anda menjadi pacarnya. Jadi agar Anda tidak JOMBLO seperti saya, perlakukan pacar Anda seperti Anda akan memperlakukan dia di masa yang akan datang. Ingat sob, pasangan Anda adalah belahan jiwa Anda. Menyakitinya sama dengan menyakiti diri Anda sendiri.

Entah bagaimana tulisan tentang Jokowi-Ahok bisa berakhir di isu JOMBLO dan seni menaklukkan calon mertua. Ini membuktikan JOMBLO memiliki efek yang mengkhawatirkan. Selain menimbulkan menurunnya rasa percaya diri, tetapi juga meningkatkan halusinasi yang berlebihan.

Ah sudahlah, intinya Jokowi-Ahok jangan berpuas diri dan tenggelam dalam euforia serta optimisme yang berlebihan karena perjuangan untuk Jakarta Baru belum selesai. Justru di saat-saat penuh kebanggaan yang monumental dan historik, Jokowi-Ahok lebih banyak mendekatkan diri kepada Sang Khalik, dan mencari petunjuk mengenai kehendakNya atas Jakarta dan warganya.

Jomblo bukan AIB. Jomblo hanya menandakan kalau Anda kurang beruntung.

Salam perjuangan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: