Rolan Sihombing Dan Beranda Mimpinya

Memimpikan Esok Yang Lebih Baik Daripada Hari Ini…

Bahaya Untuk Anak Di Balik Lagu “Kamu” Coboy Junior

with 16 comments

Hari ini saya akan menulis tentang potensi membahayakan yang ditimbulkan oleh lagu “Kamu” yang dibawakan oleh boyband cilik Coboy Junior.

Coboy Junior beranggotakan Iqbaal (13), Teuku Ryzki (14), Bastian (13), dan Aldi (12). Mereka dipersatukan dan diproduseri oleh Patrick Effendy, yang kebetulan menonton Musikal Laskar Pelangi dan kemudian melihat potensi mereka untuk menjadi idola ABG masa kini. Dengan wajah yang masih polos, dan suara yang masih seperti anak-anak, mereka menyanyikan sebuah lagu tentang cinta monyet. Berikut lirik lagu “Kamu” dan bagi yang ingin melihat video Coboy Junior bisa meluncur ke SINI.

Kamu buat aku tersipu,

buatku malu-malu,

saat bersamamu,

saat ku sapa dirimu.

Aku kok merinding buluku,

kok jadi gugup aku,

saat bersamamu,

saat kau senyum padaku.

Mungkin inilah rasanya,

rasa suka pada dirinya.

Sejak pertama aku bertanya,

facebook-mu apa nomermu berapa.

Mungkin inilah rasanya,

cinta pada pandang pertama.

Senyuman manismu itu,

buat aku dag dig dug melulu.

Nanti aku follow twitter-mu,

kan kutunggu retweet-mu,

agar aku tahu,

sukakah kamu kepadaku.

back to Reff.

yeah cuma kamu cuma kamu yang bisa membuatku tidur tak tentu,

memikirkanmu pujaan hati oh kamu cantik sekali,

Oh Tuhan aku hanya ingin dia tahu,

kau lucu kau sangat lucu.

Beberapa hal yang bisa kita kritisi dari lirik lagu Kamu. PERTAMA, meskipun mungkin nyaris semua kita pernah mengalami cinta monyet saat SMP, tetapi cinta monyet bukanlah cinta yang sesungguhnya. Lagu “Kamu” menyesatkan anak-anak ABG, termasuk juga anak-anak di bawah 12 tahun, dengan memberikan penggambaran cinta secara semu. Cinta bukanlah soal tersipu-sipu malu, bukan pula soal merindingnya bulu kuduk saat bersama seseorang yang kita cintai.

Kita harus mengajarkan kepada anak-anak konsep cinta yang benar. Cinta adalah soal tanggung jawab. Cinta juga terkait dengan berkorban. Cinta adalah soal mengupayakan dia yang kita cinta menjadi pribadi yang makin baik.

Setelah itu, kita harus mengajarkan tentang waktu yang tepat untuk mereka mulai mencintai seseorang. Mereka tidak bisa mencintai dengan benar jika konsep mereka tentang cinta pun masih semu. Apalagi jika mereka dibombardir oleh lagu-lagu cinta semu oleh pencipta-pencipta lagu yang juga selama hidupnya masih mencintai secara semu pula.

Kapan waktu yang tepat untuk mereka mencintai lawan jenisnya? Tentu saja ketika mereka mengerti tentang arti cinta yang sesungguhnya.

Siapakah yang harus mengajari mereka tentang cinta yang sesungguhnya? Tentu saja para orangtua, dan juga para pendidik di sekolah.

Bagaimana mengajari mereka tentang cinta yang sesungguhnya? Tentu saja dengan teladan. Perbuatan, bukan hanya lewat perkataan.

Hal KEDUA yang ingin saya kritisi dari lagu Kamu adalah mengenai FB dan Twitter yang mereka gunakan. Mesti sudah jamak anak-anak usia SD sudah memiliki akun FB dan Twitter, tetapi pada prinsipnya kepemilikan akun-akun tersebut dibuat dengan umur yang DIPALSUKAN, karena pada umumnya penyedia layanan email seperti Yahoo, Gmail, dsb, mengharamkan anak-anak di bawah umur 17 tahun untuk memiliki akun email. Termasuk Facebook yang membatasi hanya orang-orang yang berusia di atas 13 tahun yang boleh memiliki akun FB.

Internet memang masih menjadi alat yang berguna dan sekaligus juga berbahaya bagi anak-anak. Manfaat dari internet jika digunakan dengan benar yaitu untuk mendapatkan ilmu, sudah tidak bisa dibantah. 90 persen bahan dan informasi yang bermutu untuk mengembangkan kreativitas dan wawasan, ada di internet.

Sayangnya akhir-akhir ini lalu lintas penggunaan internet oleh anak-anak dan pelajar hanyalah untuk games online, chating, Facebook, dan pelbagai situs sosial lainnya. Dengan demikian dampak negatif dari penggunaan internet secara salah pun tidak kalah berbahayanya. Ada sekitar 600 juta situs seks dan pornografi yang mengintai anak-anak dan pelajar. Mayoritas pelajar memanfaatkan waktu luangnya yang seharusnya bisa digunakan untuk belajar, malah dihabiskan untuk bermain games, cari jodoh di situs-situs sosial, bahkan mengakses gambar-gambar dan video porno.

Terkait dengan uraian di atas, jelas sekali jika lirik Kamu mengajarkan pendengarnya bukan untuk belajar dengan rajin, tetapi untuk menunggu dengan cemas retweet dari cinta monyetnya. Bukannya mengajarkan melatih diri untuk mengembangkan potensinya secara maksimal, tetapi malah mengajarkan untuk memikirkan hal yang belum pantas dipikirkan anak-anak pelajar, yaitu cinta kepada lawan jenis.

Hal KETIGA yang ingin saya kritisi dari lagu “Kamu” yang dibawakan Coboy Junior adalah menjadikan Tuhan hanya sebagai mak comblang yang mempersatukan dengan cinta monyetnya yang lucu. Liriknya berbunyi seperti ini: “Oh Tuhan, aku hanya ingin dia tahu, kau lucu kau sangat lucu.” Terlalu dangkal iman si pencipta lagu dengan menempatkan Tuhan bukan sebagai tujuan hidup, tapi hanya sebagai PEMBANTU.

Anak-anak harus diajarkan sedini mungkin untuk mencintai Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa, dan segenap kekuatan mereka. Mereka harus diajarkan bahwa hidup ini adalah pemberian Tuhan yang harus dikelola dengan bertanggung jawab dan mengembangkan semua potensi yang Ia berikan. Anak-anak harus diberitahu bahwa mereka berdoa kepada Tuhan bukan hanya untuk meminta sesuatu dari Tuhan, tetapi sebagai cara mereka berdialog dan berhubungan dengan Pencipta mereka.

Itu saja yang ingin saya kritisi dari lagu Kamu yang dinyanyikan Coboy Junior. Siapa yang salah jika kemudian pendengar boyband ini menjadi generasi yang tidak produktif di kemudian hari?

Produser Coboy Junior dan pencipta lagu sangat bersalah, karena telah mempekerjakan anak di bawah umur, mendapatkan keuntungan dari keempat anak ini, dan menjerumuskan penggemar-penggemar Coboy Junior dengan pemahaman yang semu tentang cinta, tentang Tuhan, dan tentang kewajiban mereka yang sesungguhnya.

Pihak stasiun TV juga bersalah, karena menyiarkan Coboy Junior di prime time.

Orang tua juga bersalah, karena tidak menyediakan lagu yang lebih bermutu kepada anak-anaknya; karena tidak menjadi guru bagi anak-anaknya di rumah dan dalam keseharian.

Saya juga bersalah, karena hanya berteriak melalui tulisan di blog yang masih sedikit pembacanya.

Tetapi semoga kita semua menyadari kesalahan ini, dan sama-sama bertekad mengupayakan sebuah generasi masa depan yang memimpin bangsa Indonesia kelak kepada kemashyuran, kemakmuran, dan kebesaran.

Saya jadi rindu lagu yang seperti di bawah ini. Lagu yang mengajarkan etos kerja kepada anak-anak.

Ayo kawan kita bersama.

Menanam jagung di kebun kita.

Ambil cangkulmu,

ambil pangkurmu.

Kita bekerja tak jemu-jemu.

Cangkul cangkul cangkul yang dalam.

Tanah yang longgar jagung kutanam

Beri pupuk supaya subur.

Tanamkan benih dengan teratur.

Jagungnya besar lebat buahnya.

Tentu berguna bagi semua.

Cangkul cangkul aku gembira.

Menanam jagung di kebun kita.

Written by Rolan Sihombing

July 10, 2012 at 10:03 pm

16 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. saya juga bersalah Pak..
    Lirik-lirik cengeng kini sudah seperti virus yang menjangkiti pikiran anak-anak. Saat keinginan ‘murahan’ seperti yang terurai di dalam lagu itu tak terwujud, lirik galau tak berujung pun akan mudah diselipkan.

    Mungkin ini dampak dari paham materialisme yang
    makin mendapat tempat di negeri ini. Kalau lagu sejenis menanam jagung yang dibuat, produsernya akan rugi materi karena pasar yang sepi.
    Cmiiw

    violetcactus

    October 2, 2012 at 6:39 am

  2. Mari kita buat budaya tandingan untuk menjungkalkan kedigdayaan lirik-lirik lagu cengeng yang tanpa pembelajaran yang berfaedah. Kita bisa lakukan dengan pelbagai cara menurut talenta dan bakat yang Tuhan sudah karuniakan kepada kita. Sebagai contoh, saya bisa terus meneriakkan semangat anti generasi galau dan alay melalui tulisan blog, atau mungkin mulai mencoba menciptakan lagu-lagu anak tanpa peduli akan diserap oleh pasar atau tidak. Saya yakin hal baik yang kita tabur akan berbuah kebaikan pula di masa yang akan datang.

    Jika kita menabur bibit padi, tidak tertutup kemungkinan akan ada rumput yang ikut tumbuh. Tetapi jika kita menabur bibit rumput, maka tidak akan pernah ada padi yang bermanfaat yang bisa tumbuh.

    Untuk Indonesia yang lebih baik :)

    Rolan Sihombing

    October 3, 2012 at 12:36 pm

  3. ikut dukung kang admin :D saya juga salah cuma bisa dukung. hehehe

    panjimhs

    November 26, 2012 at 11:34 am

  4. Saya mendukung kang benar semua yang akang katakan kita harus terbebas dari lagu2 seperti itu
    mending lagu WALI yang enak atau Lagu Anak2 lainnya

    Deni Agus

    November 26, 2012 at 2:19 pm

  5. Bener tuh, pertama kali saya denger lagunya dan liat anak kecil yang nyanyi itu sangat lah tragis..

    kaito

    November 26, 2012 at 5:41 pm

  6. belom sunat udah cinta-cinta’an, gede nanti pengen jadi apa

    adi baskoro

    November 26, 2012 at 5:49 pm

  7. Ayo teman2 kita bikin lagu anak anak!

    danielpories

    December 13, 2012 at 4:19 pm

  8. Setuju banget, sebenarnya pertama kali aku lihat lagu ini booming di tv, bukannya kagum malah sedih… masi kecil udah ngomong2 cinta, baru belajar rumus lingkaran doang udah galau karena lawan jenis. Saya juga merasa bersalah. Tapi setidaknya sudah berusaha menjaga adik2 saya dari pengaruh pergaulan2 yang ngga mendidik kayak begini.

    Btw min, aku juga sihombing loh :O

    windy

    May 29, 2013 at 5:51 pm

  9. Aku juga akan mendukung ini……

    Alberth Fernando Sitorus

    June 5, 2013 at 5:32 pm

  10. Dari Pertama denger lagunya udah gak suka, karena mereka berkarya tidak pada tempatnya harusnya mereka menyanyikan lagu yang mendidik buat yang mendengarkan, prihatin diriku.

    maulana ibrahim

    July 20, 2013 at 7:07 pm

  11. Betul tuh admin, lagu2 sekarang udh sprti sampah!!! Untung semua keponakan ku tidak prnh berminat dengn lagu2 indonesia yg tdk jls dan tdk mndidik itu.
    Salam admin, sukssess trus dlm memberi kritik hal yg tdk benar, khusunya buat generasi bangsa.

    boyfuner

    September 10, 2013 at 4:59 pm

  12. anak2 harusnya bikin lagu anak2 bukan lagu 18+ ahahahhahaha

    lagipulaaaa

    yaaa liat ajah perkembangan musik saat ini

    demam korea

    semuaaa ikut korea

    korea2an udah ga musim

    ilaangg semua gak KOREA2AN lagi

    demam jepaang

    semuaaa JEPANG2AN

    jepang2an udah gak musim

    ilaang semua gak JEPANG2AN lagi

    woooooyyyyy

    identitas asli nya yg mana?

    indonesia? korea? jepang?

    jujur saja

    musik di indonesia payah

    ikut2an jaman aja

    waktu musik religi lagi musim

    semuaaa musik religi

    haaddeehh

    mau gimana ini??

    apa gada identitas sendiri ya??

    malah musisi YANG MENCIPTAKAN MUSIK BERKUALITAS

    MALAH GAK LAKU LOOHH DI INDONESIA

    ironis

    ahahahahahahaaahahhhahahaa

    andre

    September 19, 2013 at 11:53 pm

  13. namanya juga coboy junior. apalagi sibastian yg terang2an nyium salsa winx -_-+

    eline ivana

    October 3, 2013 at 3:16 pm

  14. Mending Lp aja gan banyak lagu tentang kehidupan

    lukman david

    March 1, 2014 at 10:46 am

  15. LIRIK LAGU ITU MEMANG GAK BERMAKNA. SAYA SETUJU DENGAN ANDA.

    Mila Lolly

    June 11, 2014 at 1:49 pm

  16. Lagu Ўб ϑĩ kira kita baik ehhh ternyata ada eveknya juga-_-

    nurul

    July 25, 2014 at 7:31 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,404 other followers

%d bloggers like this: